Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jawa Timur, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Selasa, menyalurkan bantuan insentif kepada para guru ngaji dan guru madrasah diniyah sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka mendidik generasi bangsa.

Sebanyak 22 guru menerima bantuan sebesar Rp500 ribu per orang. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek Syah Mohamad Natanegara, didampingi Ketua Baznas Trenggalek Mahsun Ismail dan perwakilan Kementerian Agama (Kemenag).

“Guru ngaji dan madrasah diniyah adalah pendidik akhlak generasi penerus kita. Bantuan ini sebagai bentuk perhatian sekaligus dorongan agar semangat mengajar tetap terjaga,” ujar Wabup Syah.

Ia berharap ke depan bantuan serupa bisa menjangkau lebih banyak guru, khususnya yang belum tercover pembiayaan dari lembaga manapun.

"Jika fiskal daerah semakin kuat, tentu kita ingin memberikan penghargaan yang lebih layak bagi para pendidik ini," ucapnya.

Ketua Baznas Trenggalek Mahsun Ismail menambahkan program ini diinisiasi Kemenag sebagai respons atas minimnya penghasilan guru ngaji dan madrasah diniyah yang mengabdi selama bertahun-tahun.

"Sebagian hanya menerima Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan. Bantuan ini bentuk perhatian agar mereka tetap semangat dan ikhlas mendidik anak-anak bangsa,” kata Mahsun.

Penyaluran bantuan akan dilakukan bertahap sesuai laporan dan pendataan yang masuk. Penyerahan kali ini juga dirangkaikan dengan kunjungan lapangan ke lokasi Kemah Kanwil Kemenag Jatim di Kecamatan Watulimo.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026