Bojonegoro (ANTARA) - Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sally Atyasasmi meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan Mandiri memperkuat ekosistem pertanian di wilayah setempat.
"BUMD Pangan Mandiri harus membangun ekosistem tata niaga pertanian yang lebih kuat, mulai dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan pendapatan petani," kata Sally Atyasasmi di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu.
Selain meningkatkan pendapatan petani, kata dia, BUMD baru tersebut juga dapat memperkuat ketahanan pangan daerah karena kehadirannya sebagai solusi bagi persoalan petani di Bojonegoro.
Menurut dia, selama ini persoalan utama petani adalah harga yang tidak stabil terutama saat panen raya, sehingga BUMD harus mengambil peran menjadi off taker yang mampu menyerap hasil panen dengan harga yang layak dan memberikan kepastian pasar.
"DPRD tentu mendukung penuh keberadaan BUMD ini, namun dukungan tersebut harus diiringi dengan kinerja yang profesional, tata kelola yang baik, serta target yang jelas dan terukur," jelasnya.
Ditambahkan, penyertaan modal dasar sejumlah Rp12,5 miliar pada 2026 merupakan setengah dari modal dasar yang ditetapkan melalui peraturan daerah.
"Harapannya keberadaan BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani di Bojonegoro," katanya.
Pewarta: Muhammad YazidEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026