Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai impor Jawa Timur periode Januari-Maret 2026 naik 4,62 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yaitu dari 6,99 miliar dolar AS menjadi 7,32 miliar dolar AS.
"Peningkatan nilai impor ini dipicu oleh menguatnya kinerja impor sektor nonmigas yang naik sebesar 12,79 persen," kata Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur Debora Sulistya Rini dalam konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Senin.
Impor sektor nonmigas naik 12,79 persen dari 5,62 miliar dolar AS menjadi 6,33 miliar dolar AS sedangkan impor migas mengalami penurunan sebesar 28,66 persen dari 1,38 miliar dolar AS menjadi 0,98 miliar dolar AS dengan impor komoditas minyak mentah turun 68,56 persen dari 157,81 juta dolar AS menjadi 49,61 juta dolar AS
Senada dengan hal itu, impor komoditas hasil minyak juga mengalami penurunan sebesar 30,64 persen dari 916,67 juta dolar AS menjadi 635,76 juta dolar AS.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar Januari-Maret 2026, sebagian besar komoditas mengalami peningkatan nilai impor dibandingkan periode sama 2025 dengan peningkatan tertinggi pada perhiasan/permata (HS 71) 476,13 juta dolar AS naik 232,70 persen yang mayoritas berasal dari Singapura mencapai 237,59 juta dolar AS.
Komoditas yang meningkat terbesar selanjutnya adalah mesin dan peralatan mekanis (HS 84) sebesar 123,76 juta dolar AS atau 20,20 persen serta komoditas buah-buahan (HS 08) 54,54 juta dolar AS atau 19,25 persen (yoy) dengan HS 84 mayoritas dari Tiongkok 343,46 juta dolar AS dan HS 08 mayoritas dari Tiongkok 301,91 juta dolar AS.
Sementara itu komoditas yang mengalami penurunan adalah besi dan baja (HS 72) 14,82 persen dari 418,18 juta dolar AS menjadi 356,22 juta dolar AS. yang mayoritas diimpor dari Tiongkok 167,52 juta dolar AS.
Selama Januari-Maret 2026, impor dari sepuluh golongan barang (HS 2 digit) di atas memberikan kontribusi 61,13 persen terhadap total impor nonmigas sedangkan dari sisi pertumbuhan impor sepuluh golongan barang tersebut naik 18,29 persen (yoy).
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026