Bojonegoro (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melakukan pengecekan kondisi kesehatan hewan kurban di wilayah setempat sebagai upaya mengantisipasi serangan penyakit menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

"Menjelang Idul Adha melaksanakan surveilans hewan kurban, supaya terdeteksi apabila terserang penyakit," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Lutfi Nurrahman, di Bojonegoro, Selasa.

Pemantauan tersebut, kata dia, dilaksanakan Disnakan Bojonegoro dengan melibatkan Petugas Teknik Peternakan (PTP) dan petugas inseminator yang ada di setiap kecamatan.

Para petugas melihat kondisi kesehatan hewan, mengingat cuaca yang panas bisa menyebabkan hewan ternak mengalami panas tinggi. Jika hewan tersebut kemudian dimandikan, ternak bisa stres dan menyebabkan kematian mendadak.

"Sebab kondisi tubuh hewan tidak kuat terhadap panas tinggi dan peternak juga harus memastikan ternaknya tidak kekurangan air minum," jelasnya.

Menurut Lutfi, meskipun saat ini belum ditemukan kembali penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bojonegoro, pihaknya tetap waspada dan menyiapkan sekitar 35 ribu dosis vaksin pada 2026.

Sementara itu, terkait ketersediaan hewan kurban di Bojonegoro mencapai 60.349 ekor. Dari jumlah tersebut, sapi sebanyak 15.504 ekor, 20.211 ekor kambing dan 24.634 ekor domba. Sedangkan kebutuhan hewan kurban pada 2026 diperkirakan sekitar 3.500 ekor sapi, 8.500 ekor kambing dan 9.500 ekor domba.

"Ketersediaan hewan kurban di Bojonegoro dipastikan tercukupi dan melimpah untuk Idul Adha," katanya.



Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026