Banyuwangi (ANTARA) - Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyebut kehadiran Gedung Pusat Batik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah setempat dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong kesejahteraan perajin.

"Gedung Pusat Batik ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol komitmen dalam melestarikan budaya dan memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka jalan bagi kesejahteraan para perajin batik lokal," ujar Mujiono di Banyuwangi, Selasa.

Selama lebih dari satu dekade, lanjut dia, Pemkab Banyuwangi terus mendorong pengembangan batik lokal melalui berbagai program, mulai dari workshop dan pelatihan dengan kurator nasional, fasilitasi keikutsertaan dalam ajang fesyen, hingga dukungan pemasaran digital dan akses permodalan.

Menurut Mujiono, upaya tersebut membuahkan hasil, dan kini konsisten batik Banyuwangi semakin berkembang dengan hadirnya banyak perajin, perancang, serta pasar yang semakin luas.

"Terima kasih kepada seluruh perajin batik Banyuwangi yang telah bersama-sama memajukan batik lokal menjadi identitas budaya yang membanggakan," kata dia.

Sementara pengelola Pusat Batik Banyuwangi, Ratri Jawaness mengatakan seluruh produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi ketat untuk memastikan kualitas dan nilai filosofinya.

"Semua batik yang masuk telah dikurasi agar benar-benar mencerminkan budaya Banyuwangi," katanya.

Di pusat batik yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani depan Kantor Pemkab Banyuwangi itu tersedia ratusan kain batik hingga produk fesyen siap pakai dengan beragam motif khas, seperti Gadjah Oling, Kangkung Setingkes, Paras Gempal, hingga Kopi Pecah.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026