Malang Raya (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengajak wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo supaya senantiasa menerapkan gerakan "bawa turun sampahmu" untuk menjaga kelestarian alam di kawasan tersebut.
"Demi kelestarian dan kenyamanan bersama pengunjung taman nasional agar menerapkan (gerakan) bawa turun sampahmu, membawa kembali sampah pribadi," kata Ketua Tim Data, Evaluasi, dan Pelaporan Kehumasan Balai Besar TNBTS Hendra Wisantara di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.
Seruan gerakan "bawa turun sampahmu" sebagai langkah tindak lanjut kegiatan bersih-bersih kawasan Gunung Bromo yang dilaksanakan oleh Balai Besar TNBTS bersama tim gabungan pada Senin (6/4).
Saat itu petugas mengumpulkan total 963 kilogram sampah yang didominasi oleh bungkus makanan dan botol minuman berbahan plastik.
Jumlah sampah itu merupakan akumulasi dari pengangkutan yang dilakukan di sejumlah lokasi di kawasan Bromo, seperti di Lautan Pasir, Jemplang, dan Penanjakan.
Setelah dikumpulkan, ratusan kilogram sampah tersebut langsung dibawa menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Poncokusumo di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Sebagai upaya mencegah munculnya tumpukan sampah wisatawan diharapkan memprioritaskan membawa botol minuman maupun tempat makan dari bahan yang bisa didaur ulang.
"Alam di Bromo merupakan warisan yang harus kita jaga bersama-sama," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani mengatakan sebenarnya di masing-masing jip wisata di Gunung Bromo telah dilengkapi kantong sampah untuk menampung sampah yang dibawa oleh para wisatawan.
"Itu sebagai fasilitas yang tujuannya untuk mencegah pengunjung membuang sampah di sembarang tempat," ujarnya.
Septi menegaskan para pengunjung sesungguhnya tak diizinkan membuang sampah sembarangan di dalam setiap area Gunung Bromo.
"Karena ini kawasan konservasi ya, kami berharap ke depannya pengunjung bisa semakin peduli terhadap kebersihan di sana," tuturnya.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026