Surabaya (ANTARA) - Lem Rajawali melakukan transformasi brand dan meluncurkan produk baru guna memperkuat dukungan terhadap perajin dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Timur serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berkelanjutan dan inklusif pelaku lokal.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan Lem Rajawali tidak lepas dari dukungan para partner dan pengguna setia di daerah. Dukungan terhadap ekosistem toko bangunan dan perajin lokal adalah cara kami berkontribusi nyata bagi ekonomi Jawa Timur,” ujar Managing Director PT. Mikatasa Agung Martin Hendriadi dalam keterangannya, Kamis.
Transformasi tersebut ditandai dengan peluncuran logo baru yang lebih modern serta tiga lini produk inovatif, yakni Rajawali Ultra Glue, Rajawali Silicone Sealant, dan Rajawali Plamir Instant untuk menjawab kebutuhan teknis perajin hingga sektor konstruksi.
Selama lebih dari 40 tahun, Lem Rajawali telah menjadi bagian dari aktivitas perajin furnitur, sepatu, hingga dekorasi rumah di berbagai wilayah Jawa Timur dengan jaringan distribusi yang luas.
Perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 35 persen pada 2025 dan menargetkan kenaikan hingga 50 persen pada semester pertama 2026 seiring transformasi bisnis yang dilakukan.
Jawa Timur menjadi wilayah strategis dengan lebih dari 5.000 mitra, sementara secara nasional Lem Rajawali telah memiliki 25.000 outlet yang tersebar di berbagai daerah.
Ke depan, perusahaan berencana memperluas pasar ke luar Pulau Jawa, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua serta pasar ekspor, dengan peningkatan investasi hingga 60 persen untuk pengembangan produk dan penguatan pasar.
Lem Rajawali lakukan transformasi brand dukung perajin Jatim
Kamis, 2 April 2026 17:44 WIB
Managing Director PT. Mikatasa Agung Martin Hendriadi. (ANTARA/HO-Lem Rajawali)
Dukungan terhadap ekosistem toko bangunan dan perajin lokal adalah cara kami berkontribusi nyata bagi ekonomi Jawa Timur
