Surabaya - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dengan maskapai penerbangan AirAsia Indonesia mengoptimalkan pasar biro perjalanan nasional guna memperluas jalur distribusi penjualan dengan membuka layanan "payment gateway" berbasis internet "BII Corporate On Line Payment (BII CoOLPAY)". Presiden Direktur BII, Dato' Khairussaleh, dihubungi dari Surabaya, Jumat, mengatakan, dengan kerja sama strategis tersebut BII mendukung AirAsia dalam melakukan penjualan tiket pesawat melalui biro perjalanan. "Solusi itu kian memudahkan kami dalam memantau pembayaran tiket dari biro perjalanan," ujarnya. Dengan fasilitas tersebut, jelas dia, maskapai penerbangan berbiaya hemat itu secara langsung dapat menerima laporan secara "online" dan "real time". Bahkan, biro perjalanan AirAsia dapat melakukan pembayaran tiket tanpa datang ke bank. "Solusi itu akan membuat proses bisnis antara BII, AirAsia, dan biro perjalanannya lebih cepat dan efisien," katanya. Pada kesempatan sama, Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Dharmadi, menambahkan, solusi "cash management" selaras dengan misinya yakni "humanizing financial services" di mana pihaknya selalu berupaya untuk memberikan layanan terbaik. "Bahkan, disesuaikan dengan kebutuhan mitra bisnis kami," katanya. Ia menyebutkan, "BII CoOLPAY" dapat diakses kapan dan di mana saja sehingga biro perjalanan dapat dengan mudah melakukan pembayaran "top up" secara otomatis. "Proses ini akan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan ke biro perjalanan. Apalagi, nilai 'top up' dapat di-update secara cepat dan aman," katanya. Ia optimistis, kerja samanya dengan BII melalui "BII CoOLPAY" memberikan manfaat kepada biro perjalanan rekanan AirAsia dapat melakukan pengisian ulang (top up) dengan lebih mudah dan nyaman. "Fasilitas ini membantu pengembangan bisnis kami," katanya.(*)
Berita Terkait
Finance Minister confident rupiah to strengthen within two weeks
14 Januari 2026 13:51
Outlook Emas 2026 di tengah badai politik
14 Januari 2026 12:13
BI: Tekanan di pasar keuangan dunia pengaruhi rupiah pada awal 2026
14 Januari 2026 12:05
OJK: Kinerja perbankan diproyeksikan tetap solid pada 2026
9 Januari 2026 13:00
BI catat cadev Desember 2025 bertambah jadi 156,5 miliar dolar AS
8 Januari 2026 10:56
Situbondo perkuat sinergisitas dengan BI stabilisasi harga
6 Januari 2026 06:25
BI sebut surplus neraca dagang RI November 2025 dukung ketahanan eksternal
5 Januari 2026 19:38
