Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menggandeng Perum Bulog Kediri dan mengadakan operasi pasar murni (OPM) untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, di wilayah setempat.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan kegiatan operasi pasar ini merupakan salah satu langkah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Kami ingin memastikan masyarakat Kota Kediri tetap merasa tenang selama menjalani bulan Ramadhan. Pemerintah Kota Kediri bersama Bulog dan pihak terkait terus memastikan ketersediaan stok bahan pangan dalam kondisi aman," katanya saat meninjau operasi pasar di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis. 

Pemerintah Kota Kediri menggelar operasi pasar murni yang menyediakan berbagai komoditas dengan harga terjangkau seperti beras, minyak goreng hingga telur ayam, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang Lebaran 2026.

"Harga tetap terkendali, sehingga kebutuhan masyarakat hingga Lebaran dapat terpenuhi dengan baik,” kata dia. 

Wali Kota juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan, baik selama Ramadhan maupun menjelang Lebaran 2026.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri Harisun menegaskan tentang ketersediaan stok beras di wilayah Kediri dan sekitarnya dalam kondisi aman. 

"Stok beras yang tersedia saat ini diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 23 bulan ke depan," kata Harisun. 

Selain beras, pasokan minyak goreng jenis MinyaKita di wilayah Kediri juga tersedia sekitar 100.000 liter, yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama dua hingga tiga bulan ke depan.

Dalam pelaksanaan operasi pasar tersebut, berbagai komoditas kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar, di antaranya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp57.000 per kemasan, beras premium Rp68.000 per kemasan.

Ada juga minyak goreng kemasan satu liter yang dijual dengan harga Rp14.500, gula pasir Rp14.500 per kilogram, telur Rp26.000 per kilogram, bawang merah dan bawang putih Rp7.000 per bungkus, serta aneka sayur mayur yang dijual seharga Rp5.000 per paket.

Salah satu warga Kelurahan Tinalan, Ani, mengaku sangat terbantu dengan pasar murah tersebut karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin. 

“Harganya lebih murah, jadi sangat membantu masyarakat,” kata dia.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026