Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menyebut ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional usai libur Lebaran 2026 relatif aman dan terjangkau oleh daya beli masyarakat.
“Hasil pemantauan hari ini harga bahan pokok di Kota Kediri dalam kondisi aman dan sudah hijau, hal ini mengindikasikan ketersediaan pasokan dan harga pangan sudah aman,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Un Ahmad Nurdin di Kediri, Kamis.
Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan terhadap sejumlah bahan pokok di pasar tradisional wilayah Kota Kediri diketahui harga beras premiun tetap di harga Rp14.850 per kilogram dan beras medium Rp12.925 per kilogram.
Untuk harga gula pasir tetap di harga Rp17.750 per kilogram, Minyakita tetap di harga Rp15.700 per liter.
Ada juga yang mengalami kenaikan yakni harga minyak goreng curah dari Rp19.800 menjadi Rp19.875 per liter.
Selain itu juga terdapat penurunan harga. Harga daging sapi turun dari Rp122.900 menjadi Rp120.400 per kilogram. Daging ayam ras sebelumnya Rp41.100 menjadi Rp40.600 per kilogram.
Sedangkan harga telur ayam ras tetap di harga Rp29.000 per kilogram.
Untuk harga bawang merah sebelumnya Rp40.500 menjadi Rp39.500 per kilogram, bawang putih bonggol sebelumnya Rp32.333 menjadi 32.000 per kilogram.
Cabai merah besar sebelumnya Rp37.500 menjadi Rp36.300 per kilogram, cabai merah keriting sebelumnya Rp36.800 menjadi Rp29.800 per kilogram, cabai rawit merah sebelumnya Rp68.300 menjadi Rp60.500 per kilogram.
Dia menyebut, saat ini masih ada tantangan yang juga berpengaruh pada pasokan bahan pokok, salah satunya karena cuaca yang tidak menentu.
“Tantangan ke depan karena efek cuaca yang masih tidak menentu menyebabkan serangan hama pada tanaman cabai. Artinya dimungkinkan terjadi lagi serangan hama pada cabai sehingga menyebabkan gagal panen dan dimungkinkan harga cabai naik lagi,” kata dia.
Namun ia mengungkapkan bahwa hal tersebut hanya terjadi pada komoditas cabai, sedangkan yang lain tetap aman. Hal itu karena jumlah permintaan masyarakat sudah melandai setelah melewati Hari Raya Idul Fitri 2026.
Pihaknya juga tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu menimbun bahan-bahan pangan di rumah.
Selain itu pemkot juga melakukan berbagai upaya guna menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas selama Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 2026, antara lain melakukan pemantauan harga secara rutin setiap hari, melakukan koordinasi dengan distributor apabila terjadi kekurangan pasokan.
Pemkot juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, menyelenggarakan Operasi Pasar Murni (OPM), mengadakan kegiatan pasar murah melalui kerja sama antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan Bank Indonesia Kediri maupun Kejaksaan Negeri Kota Kediri.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026