Situbondo (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat sekitar 300 hektare lahan pertanian terdampak banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah setempat, pada Sabtu (7/3) malam.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di Situbondo, Selasa, mengatakan ratusan hektare lahan pertanian milik petani di sejumlah kecamatan tanamannya rusak akibat tergerus banjir bandang.

"Banjir bandang kedua pada Sabtu (7/3) malam kemarin lebih besar dibandingkan banjir sebelumnya pada 21 Januari lalu, dan dampaknya cukup signifikan. Data sementara luasannya sekitar 300 hektare," ujarnya.

Menurut Bupati Rio, di Desa Bloro, Kecamatan Besuki, lahan pertanian yang rusak saat banjir bandang 21 Januari lalu hanya seluas 5,5, namun banjir kedua ini semakin luas dan sedang dilakukan proses pendataan oleh tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL.



Rio mengatakan, banyak lahan petani yang ditanam kembali pascabanjir pertama kembali rusak tergerus banjir, sehingga petani tidak berani untuk menanam lagi selama hujan masih turun.

"Saat ini petani banyak yang belum tanam kembali karena takut ada hujan lagi, terus banjir lagi," katanya.

Bupati meminta pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) setempat melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman setempat untuk penanganan pascabanjir.

"Normalisasi dan permasalahan sampah yang ada di sungai kami minta segera dilakukan tindak lanjut agar sungai berfungsi dengan baik," kata Bupati Rio.



Pada Sabtu (7/3) malam, sejumlah wilayah Situbondo kembali diterjang banjir bandang, selain merusak lahan pertanian juga membanjiri ribuan rumah warga dan ketinggian banjir lebih dari satu meter.

Ratusan hektare lahan pertanian petani yang didominasi padi, rusak karena tergerus banjir, infrastruktur jalan dan jembatan serta fasilitas umum lainnya juga rusak.

 

 



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026