Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo mendorong masyarakat setempat untuk memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri seiring produksi sampah di daerah itu mencapai sekitar 300 ton per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Situbondo Sandy Hendrayono di Situbondo, Senin, menyampaikan produksi sampah yang mencapai 300 ton per hari selama ini hanya diangkut dan ditumpuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Desa Seliwung, Kecamatan Panji.
"Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat bisa memilah sampah organik dan anorganik, kemudian diolah menjadi bahan bermanfaat seperti sampah organik bisa diolah menjadi pupuk," kata dia.
Hingga saat ini, kata dia, ratusan ton sampah masyarakat setiap hari hanya ditumpuk di TPA karena Situbondo belum mempunyai alat pengolahan sampah.
Selain itu, kata dia, armada dan tenaga kebersihan masih belum cukup untuk mengangkut sampah yang ada di masyarakat, sehingga para petugas kebersihan harus ekstra dalam bekerja.
"Armada dan petugas kebersihan yang kami miliki masih sangat minim, sehingga petugas kami harus bekerja ekstra," ujar dia.
Mengenai fatwa MUI yang mengharamkan membuang sampah sembarangan atau membuang sampah ke sungai atau ke laut, menurut dia, fatwa tersebut membantu masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
"Fatwa MUI sangat membantu mengatasi sampah, karena masyarakat membuang sampah pada tempatnya, tidak lagi mengotori sungai atau laut," kata Sandy.
Warga Situbondo didorong pilah sampah secara mandiri
Selasa, 24 Februari 2026 4:51 WIB
Tempat pembuangan sampah (TPS) sementara di Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur. ANTARA/Novi Husdinariyanto
kami mengajak masyarakat bisa memilah sampah organik dan anorganik, kemudian diolah menjadi bahan bermanfaat
