Magetan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur mendukung program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dengan meluncurkan Gerakan Pilah Sampah sebagai langkah strategis menekan lonjakan sampah wilayah setempat yang mencapai 260 ton per hari.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti di Magetan, Jumat mengatakan gerakan pemilahan sampah adalah langkah mutlak yang dilakukan sejak dari sampah rumah tangga.

"Ada instruksi dari Presiden untuk menangani persoalan sampah secara serius. Karena itu kami membuat gerakan pilah sampah dari rumah, terutama untuk memisahkan sampah organik dan anorganik," ujarnya saat peluncuran gerakan pemilahan sampah di Rumah Kompos Pasar Sayur Magetan.

Menurutnya, pemilahan sejak dari sumber akan mempermudah proses pengolahan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya melalui bank sampah.

"Jika berjalan baik, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat disetorkan ke bank sampah agar didaur ulang untuk memiliki nilai ekonomi," kata dia.

Selain itu, masyarakat juga didorong membuat lubang resapan biopori serta memanfaatkan komposter sebagai bagian dari gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Bupati Nanik menyebutkan bahwa kondisi TPA saat ini sudah mendekati penuh. Bila pola lama terus dipertahankan, maka kapasitas tambahan tidak akan bertahan lama.

"TPA kita sudah sesak. Kalau sampah masih tercampur seperti sekarang, sekalipun dibangun TPA baru, pasti cepat penuh. Padahal 70 sampai 80 persen sampah rumah tangga adalah organik yang seharusnya tidak masuk TPA tapi bisa dijadikan kompos," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Magetan Saif Muchlisun menjelaskan bahwa program pilah sampah akan terintegrasi hingga tingkat desa dan kelurahan melalui pembentukan pokja kebersihan.

"Setiap desa dan kelurahan wajib memiliki pokja kebersihan. Untuk pilot project, kami prioritaskan wilayah yang sudah memiliki kelompok sosial masyarakat dan pokja," kata Muchlisun.

Dengan pemilahan konsisten, sampah organik dapat langsung diarahkan ke rumah kompos di tingkat kecamatan, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang.

Peluncuran gerakan pilah sampah dihadiri oleh Bupati Magetan, Wakil Bupati Magetan, Sekretaris Daerah Magetan, Ketua DPRD, Forkopimda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat, dan jajaran.

 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026