Blitar (ANTARA) - Direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan evaluasi persiapan layanan kereta api, mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang dalam masa Angkutan Lebaran 2026.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan jajaran direksi dari PT KAI sengaja melakukan pemantauan persiapan layanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun termasuk di Blitar.
"Melihat kesiapan di beberapa wilayah Daop 7 terkait persiapan pelayanan masa angkutan Lebaran 2026 yang akan kami laksanakan di tanggal 11 Maret 2026 sampai 1 April 2026 atau H-10 sampai dengan H+10 di Hari Raya Idul Fitri," katanya dalam keterangan yang diterima, Kamis.
Ia menjelaskan, rombongan tersebut dipimpin oleh Direktur Operasi PT KAI Awan Hermawan Purwadinata. Rombongan naik kereta api dan singgah ke stasiun wilayah Daop 7 Madiun dan berakhir di Blitar.
Sepanjang perjalanan, kata dia, juga melakukan pemantauan secara langsung terkait dengan kondisi jalur. Rombongan juga menerima penjelasan dari kepala daerah terkait dengan persiapan pelaksanaan Lebaran termasuk mitigasi terhadap berbagai potensi bahaya di wilayah-wilayah yang menjadi pemantauan.
"Tentunya akan dilakukan peningkatan keselamatan di antaranya dengan menambahkan beberapa petugas ekstra baik PJL (Penjaga jalan lintasan) ke daerah yang dalam pantauan khusus dan juga pemeriksaan jalur ekstra," kata dia.
Tohari menambahkan, jajaran direksi juga memberikan catatan termasuk melakukan mitigasi di jalur pelintasan tanpa palang pintu. Di jalur itu sangat tinggi terhadap terjadinya kecelakaan atau pelanggaran lalu lintas.
Dirinya juga mengapresiasi penutupan pelintasan sebidang di Km 127+9/0 petak jalan antara Stasiun Blitar – Stasiun Rejotangan, tepatnya di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Kamis. Penutupan ini juga dari hasil koordinasi dengan jajaran kepolisian, Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, serta PT KAI.
Pihaknya juga intensif melakukan pemeriksaan jalur ke wilayah Daop 7 Madiun. Hal itu juga mengantisipasi kejadian pencurian baut penambat bantalan rel kereta api di Blitar. Penggantian juga dilakukan setelah adanya laporan kasus tersebut ke polisi.
Selain itu, PT KAI juga menyiagakan perlengkapan darurat di titik-titik strategis yakni penempatan alat material untuk siaga, yang telah disiapkan di 15 stasiun mulai dari Stasiun Walikukun hingga Stasiun Blitar.
Kemudian adanya sarana tambahan dengan penyediaan lokomotif posko dan armada cadangan untuk penanganan kondisi darurat secara cepat dan tepat.
Ada juga personel tambahan yakni penjagaan ekstra pada jalur-jalur yang membutuhkan pengawasan khusus selama 24 jam.
Tohari juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memesan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI agar kepadatan penumpang saat arus mudik maupun arus balik dapat merata.
"KAI berkomitmen penuh untuk menghadirkan mudik yang selamat, aman, dan nyaman. Semua upaya ini merupakan wujud nyata dari semangat KAI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejalan dengan komitmen 'Semakin Melayani'," kata Tohari.
