Lamongan (ANTARA) - Lomba dayung dragon boat yang diikuti 16 tim semarakkan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Sungai Bengawan Jero, Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 

Kegiatan bertajuk Ansor Dragon Boat Cup 2026 tersebut digelar perdana oleh pemerintah daerah setempat bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Karangbinangun sebagai upaya mendorong pengembangan sport tourism sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan kawasan Bengawan Jero memiliki karakteristik yang sangat mendukung untuk pengembangan kegiatan wisata berbasis olahraga air.

“Bengawan Jero ini punya potensi besar untuk kegiatan sport tourism, khususnya lomba dayung. Ke depan kami rencanakan menjadi agenda tahunan dengan melibatkan lebih banyak unsur dan pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar ekonomi sekitar bergerak," katanya. 

Dia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bernilai olahraga, tetapi sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai dan menumbuhkan kesadaran agar lebih peduli terhadap kebersihan aliran sungai. 

“Ini juga menjadi cara agar masyarakat sadar pentingnya menjaga kebersihan sungai, sekaligus menjadi pendorong sektor ekonomi warga lokal di kawasan ,” jelasnya. 

Ketua Panitia Ansor Dragon Boat Cup Fathur Rohman mengatakan ajang tersebut diikuti 16 tim dari berbagai wilayah di Jawa Timur dengan jarak lintasan lomba sepanjang 300 meter.

“Kegiatan ini kami gelar untuk memeriahkan Harlah 1 Abad NU sekaligus menggali potensi atlet dayung lokal. Antusiasme peserta dan masyarakat ternyata sangat tinggi di luar perkiraan kami,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan dukungan, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana latihan bagi atlet dayung di Lamongan.

Selain lomba dayung, kegiatan itu juga diramaikan Festival Jajanan Bengawan Jero yang melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur Hadi Wawan Guntoro menilai olahraga saat ini telah berkembang menjadi industri kreatif yang mampu menggerakkan perekonomian.

“Event seperti ini memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. Kami berharap bisa menjadi contoh positif bagi daerah lain,” katanya.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026