Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, jawa Timur, mendistribusikan puluhan unit alat mesin pertanian (alsintan) untuk petani di wilayah setempat, dalam upaya untuk membantu memaksimalkan produksi pertanian.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengemukakan alat mesin pertanian itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat, untuk mendukung program swasembada pangan.
"Kami bersungguh-sungguh dalam bekerja untuk memenuhi target Bapak Presiden. Kami per tahun ini ada di angka 7.000 hektare yang kami lakukan bongkar ratun sehingga pemerintah memberikan apresiasi," katanya di Kediri, Kamis.
Dalam acara tasyakuran swasembada pangan serta penyerahan alat mesin pertanian di Kabupaten Kediri tersebut, ia menambahkan bantuan ini tentunya sangat bermanfaat untuk membantu meningkatkan produksi pertanian.
"Harapannya kalau saya sederhana, produksi panennya bisa meningkat," kata dia.
Ia pun juga mendorong agar para pemuda bisa terjun dalam dunia pertanian, sehingga sektor ini tidak didominasi oleh usia 50 tahun ke atas.
Dalam kegiatan itu, total terdapat 51 bantuan traktor roda empat. Dari jumlah tersebut, 34 unit diserahkan untuk kelompok tani pada Kamis (5/2) sedangkan sisanya 17 unit lainnya telah diserahkan pada 2025.
Selain itu, juga diserahkan bantuan 15 traktor roda dua. Sebanyak empat unit telah diserahkan pada 2025 dan sisanya di 2026.
Alat mesin pertanian lainnya yang juga diserahkan adalah 11 unit combine harventer, enam pompa air dan 11 handsprayer.
"Pada 2026 ini kami masih akan menyalurkan 150-190 bantuan alsintan lagi sesuai kebutuhan petani," kata Bupati.
Kemudian, untuk bantuan benih padi, setelah 2025 lalu menyalurkan 75 ton untuk luasan lahan 3.000 hektare, dalam kesempatan itu kembali diserahkan sebanyak 73 ton untuk luasan lahan 2.922 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi menambahkan pemerintah juga menjamin ketersediaan pupuk untuk petani.
"Untuk pupuk tahun 2026 ini ada tambahan pupuk 9.000 ton dibanding dengan tahun 2025. Untuk lahan pertanian organik yang sebelumnya 80 hektare, tahun ini akan ada tambahan 67 hektare," kata dia.
Pihaknya berharap dengan dukungan alat mesin pertanian serta ketersediaan pupuk tersebut juga bisa memaksimalkan produksi pertanian.
"Kami harapkan di 2026 petani semakin sejahtera," kata Sukadi.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Sahabat Makmur Puncu Yudi Eko Yuwono mengaku bersyukur kelompok tani yang beranggotakan kurang lebih 300 orang itu mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Menurut dia, dengan mesin traktor akan membantu pengolahan sawah, mengingat saat ini untuk mencari tenaga kerja relatif sulit.
"Ini membantu sekali, apalagi di wilayah Puncu agak sulit tenaga kerjanya. Nanti ini dipakai di lahan sendiri, dikelola untuk menggarap sawah," kata Yudi.
