Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Kegiatan belajar mengajar di lima sekolah dasar negeri di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur kembali berjalan pada Senin meski sebelumnya sempat terdampak banjir yang menggenangi lingkungan sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung Sukowinarno, Senin, mengatakan banjir ancar terjadi pada Sabtu (31/1) hingga Minggu (1/2) dan berdampak pada lima SD negeri, yakni SD Negeri 1 Besole, SD Negeri 2 Besole, SD Negeri 3 Besole, SD Negeri 4 Besole, dan SD Negeri 5 Besole.
Menurut dia, luapan air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter sempat masuk ke area sekolah, termasuk ruang kelas, ruang guru, ruang kesenian, dan perpustakaan.
"Air banjir menggenangi hampir seluruh area sekolah, sehingga setelah surut menyisakan endapan lumpur di sejumlah ruangan," kata Sukowinarno di Tulungagung.
Ia menjelaskan, pembersihan dilakukan secara bertahap sejak air mulai surut dengan melibatkan pihak sekolah, siswa, serta dibantu petugas pemadam kebakaran untuk menyemprot sisa lumpur.
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi ruang belajar dan ruang guru saat ini sudah cukup bersih dan layak digunakan sehingga proses pembelajaran dapat kembali dilaksanakan, meski pembersihan lanjutan masih diperlukan.
"KBM sudah bisa berjalan kembali walaupun belum sepenuhnya pulih seperti kondisi sebelum banjir," ujarnya.
Sukowinarno menambahkan, Dinas Pendidikan terus memantau kondisi sekolah terdampak guna memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung aman dan kondusif bagi siswa dan guru.
Ia memastikan banjir tersebut tidak menyebabkan kerusakan fasilitas sekolah, dan dampak yang ditimbulkan sebatas lumpur sisa genangan yang perlu dibersihkan.
