Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Petugas gabungan dan warga gotong-royong membersihkan sisa endapan lumpur yang masuk rumah warga, sarana pelayanan publik serta menutup badan jalan raya Popoh, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu pagi hingga siang. 

Selain pembersihan badan jalan, upaya penanganan juga menyasar rumah-rumah warga yang sempat terendam banjir serta sejumlah fasilitas pelayanan publik seperti Puskesmas Besole, SDN 3 Besole, dan SDN 5 Besole.

Proses pembersihan dibantu tim BPBD dan personel pemadam kebakaran dengan penyemprotan air untuk menghilangkan endapan lumpur.

"Alhamdulillah akses jalan sudah normal meski sisa endapan lumpur masih ada. Sekarang sedang dilakukan pembersihan," kata Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Sudarmaji.

Untuk mempercepat normalisasi akses jalan, petugas mengerahkan alat berat berupa forklift dimodifikasi dengan tambahan bucket guna mendorong dan mengangkut lumpur dari badan jalan.

Pembersihan dilakukan sejak pagi hingga siang hari.

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo meninjau langsung proses pembersihan di lokasi terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, ia juga menyampaikan penjelasan kepada masyarakat melalui siaran langsung media sosial terkait proses penanganan banjir dan kondisi infrastruktur di lapangan.

Gatut menanggapi beredarnya konten di media sosial yang menyoroti aspal jalan yang terkelupas akibat banjir.  

Ia menyebut bagian yang terkelupas merupakan lapisan tambahan pada tikungan menuju kawasan pabrik marmer PT Imit, bukan lapisan utama konstruksi jalan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Sudarmaji mengatakan, penanganan difokuskan untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat, pelayanan kesehatan, serta kegiatan pendidikan di wilayah terdampak. 

"Pembersihan dilakukan agar aktivitas masyarakat, layanan publik, dan pendidikan bisa segera kembali berjalan normal," kata Sudarmaji.

BPBD mencatat banjir pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Desa Besole Kecamatan Besuki, Desa Ngentrong Kecamatan Campurdarat, Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir, Desa Sine Kecamatan Kalidawir, dan Desa Sidem Kecamatan Besuki.

Dari seluruh wilayah terdampak, kata Sudarmaji, banjir terparah terjadi di Desa Besole dengan ketinggian air mencapai setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.

Banjir bandang kali ini merendam ratusan rumah warga.

Pemukiman di bawah Gunung Gethuk atau gugusan Gunung pesisir selatan itu memang kerap dilanda banjir akibat pembukaan kawasan lereng untuk pertanian serta aktivitas pertambangan batu marmer.

Namun menurut penuturan warga, banjir kali ini paling parah karena banjir kali ini ikut merendam ratusan rumah warga.

"Tahun-tahun lalu dampaknya hanya di jalan yang tergenang hingga lutut. Baru kali ini banjir masuk rumah. Banjirnya besar," kata Kibul, warga Besole.

Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Adapun di Desa Sine, Tunggangri, Sidem, dan Ngentrong, kondisi banjir dilaporkan telah surut pada Sabtu pagi tanpa laporan korban jiwa maupun kerusakan berarti.

Hingga Sabtu siang, BPBD memastikan akses Jalan Raya Popoh telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari dua arah.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Uploader : Taufik

COPYRIGHT © ANTARA 2026