Surabaya (ANTARA) -
Eyelink Group memperkuat layanan kesehatan mata, inovasi berkelanjutan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) profesional untuk menjawab tantangan di masa depan, seiring meningkatnya kasus katarak dan gangguan refraksi di masyarakat.
“Kami terus menyiapkan pelayanan kesehatan mata terbaik melalui penguatan teknologi, profesionalitas tenaga medis, serta pengembangan layanan yang lebih komprehensif,” kata Founder Eyelink Group dr. Uyik Unari, melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Uyik menjelaskan, saat ini keluhan katarak dan gangguan refraksi terus menunjukkan peningkatan, sehingga diperlukan penguatan layanan kesehatan mata berbasis subspesialisasi.
Sebagai bagian dari pengembangan layanan, Eyelink Group menambah layanan retina dan myopia control di sejumlah cabang RS dan Klinik Mata KMU guna memberikan penanganan yang lebih menyeluruh bagi pasien.
President Director Eyelink Group Muhammad Rusli, mengatakan Eyelink Group telah melakukan lebih dari 100 ribu operasi katarak dan menangani sekitar 1,7 juta keluhan kesehatan mata.
Eyelink Group juga aktif menjalankan program sosial dengan melakukan 38 ribu operasi katarak gratis dan pembagian 20 ribu kacamata gratis, khususnya bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan strategi jangka menengah untuk menjawab tantangan kesehatan mata ke depan, mencakup penguatan pelayanan, pengembangan SDM, digitalisasi operasional, perluasan jaringan, serta keberlanjutan usaha.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan itu dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata di wilayah setempat.
Ia menilai perusahaan memiliki peran strategis yang berpotensi berkembang sebagai pusat layanan kesehatan mata nasional di wilayah Gresik.
