Jakarta (ANTARA) - Dermatolog Dr. dr. Fitria Agustina, Sp.DVE menyampaikan bahwa kulit yang kurang terhidrasi umumnya tampak kusam dan lebih berisiko terdampak iritan.
Dalam acara diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis, dokter Fitria mengemukakan bahwa hidrasi kulit mempengaruhi fungsi lapisan kulit, terutama stratum korneum atau lapisan terluar epidermis kulit.
Ia menjelaskan, stratum korneum adalah lapisan yang tersusun dari 10 sampai 20 lapisan sel yang dianalogikan seperti batu bata dan semen. Sel kulit atau korneosit perannya serupa dengan batu bata, sementara lapisan lipida berfungsi sebagai perekat antar-sel seperti semen.
Ketika mengalami dehidrasi, kulit akan menjadi kering, lapisan perekatnya berkurang, sehingga sel-selnya menjadi renggang dan mudah lepas.
Dokter Fitria memaparkan, "Kalau kulitnya kering, akan renggang tuh antar sel-sel korneositnya. Alhasil kulit kalau kena cahaya akan dipendarkan dengan tidak rata, tidak direfleksikan dengan baik, yang terjadi kulitnya kelihatan kusam, gampang alergen, bahan iritan untuk masuk. Mau di-makeup-in gimana juga, enggak akan optimal."
Dokter lulusan pendidikan spesialis dermatologi dan venereologi Universitas Indonesia itu juga menyampaikan, kalau kulit kurang tehidrasi maka lapisan pelindung kulit akan terganggu, sehingga kulit lebih rentan kena infeksi bakteri dan virus.
Ia mengemukakan bahwa kondisi kulit merefleksikan apa yang terjadi di dalam tubuh, terutama kecukupan asupan cairan dan nutrisi tubuh.
"Otomatis kita pertama harus perbaiki dulu asupan airnya. Tidak hanya air, karena kulit yang lembap atau kelihatan sehat itu bisa juga dari nutrisi yang dimakan," katanya.
Guna menjaga kulit terhidrasi, ia menyampaikan, pastikan asupan cairan tubuh tercukupi dengan minum minimal delapan gelas sehari serta kebutuhan nutrisi tubuh tercukupi dengan mengonsumsi makanan bergizi yang kadar gula dan garamnya tidak tinggi.
Dia menambahkan, mengupayakan tubuh cukup istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan kulit.
Upaya hidrasi kulit juga bisa dilakukan dengan menggunakan produk-produk perawatan kulit.
"Tiga hal yang paling basic skincare-nya pasti cuci muka, moisturizer (pelembab), sunscreen (tabir surya)," kata dr. Fitria.
Ia mengatakan bahwa pemilihan produk pelembab sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit.
"Pilih moisturizer-nya, yang sesuai berarti dia harus mudah menyerap, bisa keep the water untuk tetap membuat hydrate-nya itu panjang, dan pastinya nyaman digunakan," katanya.
"Karena kalau enggak nyaman digunakan pasti enggak mau pakai kan, kayak lengket," ujar dia.
Ia mengemukakan pula bahwa hidrasi mendalam yang mencakup permukaan kulit hingga lapisan terluar kulit yang disebut stratum korneum bisa membuat kulit lebih kenyal.
"Manfaat deep hydration ini, bahwa air itu akan terdistribusi pada berbagai lapisan yang ada di stratum korneum, kemudian kulitnya akan teraba lebih kenyal, skin barrier-nya lebih bagus," ia menjelaskan.
