Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung bersama Balai Besar POM Kediri tidak menemukan kandungan zat kimia berbahaya pada puluhan sampel makanan dan minuman dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Takjil Savana, GOR Lembupeteng, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis.

Kepala Dinkes Tulungagung Desi Lusiana Wardani mengatakan, sidak tersebut merupakan kegiatan rutin selama Ramadhan untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

"Kami melakukan sidak untuk memastikan olahan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman, sekaligus memberikan edukasi dan pembinaan kepada pelaku UMKM," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil 30 sampel makanan dan minuman, mulai dari makanan siap saji seperti dimsum, pentol, dan gorengan hingga aneka minuman.

Pengujian dilakukan menggunakan metode rapid test dengan empat parameter, yakni metanil yellow, rhodamin B, boraks, dan formalin.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel negatif dari empat zat kimia berbahaya tersebut," katanya.

Desi menyebut hasil itu menunjukkan kepatuhan pelaku UMKM terhadap pembinaan yang telah diberikan sebelumnya terkait keamanan pangan.

Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa pedagang yang perlu memperbaiki aspek penyajian, seperti makanan yang belum ditutup sehingga berpotensi terkontaminasi.

Sebagai tindak lanjut, petugas memasang stiker pada lapak pedagang yang telah diperiksa sebagai tanda telah dilakukan pengawasan dan pembinaan keamanan pangan.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026