Surabaya (ANTARA) - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Pemerintah Swiss menandatangani kerja sama pengembangan sumber daya manusia energi baru terbarukan (SDM EBT) melalui Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase 2 di Jakarta.
Penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan Direktur PENS Arif Irwansyah dengan Team Leader Proyek RESD Dian Elvira Rosa bersamaan dengan peluncuran Proyek RESD Fase 2 yang digelar secara hybrid.
“Kontribusi PENS menyiapkan program studi yang mengakomodasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan konsentrasi Energi Terbarukan," kata Direktur PENS Arif Irwansyah dalam keterangan diterima di Surabaya, Kamis.
Selain itu, pihaknya juga perlu menyiapkan sarananya seperti laboratorium, bahan ajar dan tentunya SDM Dosen yang berkompeten sehingga menghasilkan luaran, lulusan Sarjana Terapan Unggul bidang Konsentrasi Energi Terbarukan.
Arif menilai kerja sama ini bernilai strategis karena sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi.
"Nilai dukungan program mencapai sekitar Rp3 miliar, terdiri atas Rp2 miliar dari Pemerintah Swiss dan Rp1 miliar dari Kemendiktisaintek berupa dana revitalisasi laboratorium," ujarnya.
Bantuan tersebut direalisasikan dalam bentuk penyiapan laboratorium beserta peralatan, pelaksanaan workshop, serta kegiatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dosen. Implementasi program dilaksanakan secara multiyear pada periode 2026 hingga 2028.
Program RESD merupakan kolaborasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dengan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) untuk menyiapkan tenaga kompeten guna mendukung transisi energi Indonesia menuju target net zero emission 2060.
Proyek RESD telah berjalan sejak Desember 2020 dan kini memasuki tahap kedua setelah penandatanganan pengaturan proyek RESD Fase 2 antara BPSDM ESDM dan SECO pada 2 Oktober 2025.
Selain PENS, sebanyak sembilan politeknik lain di Indonesia juga terlibat dalam program RESD sebagai bagian dari penguatan kapasitas pendidikan vokasi bidang energi baru terbarukan.
