Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri dan Pemkot Madiun, Jawa Timur (Jatim) menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pengembangan potensi daerah.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan kerja sama antara Kota Kediri dan Kota Madiun mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, tata kelola birokrasi, komunikasi dan informasi, hingga pengembangan potensi daerah, seperti pariwisata, UMKM, dan sektor lainnya.
"Program yang berhasil diterapkan di Kota Madiun dan relevan untuk Kota Kediri tentu bisa kami sinergikan. Begitu pula sebaliknya, program unggulan Kota Kediri tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di Kota Madiun,” katanya di Kediri, Rabu.
Ia menambahkan Pemerintah Kota Kediri juga terbuka dengan kolaborasi antardaerah selama program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Selama program itu positif, bisa diterapkan, mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, insya Allah akan kita lakukan. Kami tidak akan menutup diri,” ujar dia.
Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menambahkan kerja sama ini dilandasi kesamaan karakter antara Kota Kediri dan Kota Madiun sebagai sebuah kota yang memiliki tantangan hampir serupa, dan potensi yang berbeda-beda.
Menurut dia, potensi inilah yang perlu dikolaborasikan. Sinergi antarkota penting agar masing-masing daerah dapat saling menopang dan tidak tertinggal.
“Contohnya, saat Madiun kesulitan cabai, sementara Kediri melimpah, maka kerja sama ini bisa saling menopang. Ketika satu daerah mengalami kesulitan, daerah lain yang memiliki keunggulan bisa menjadi penopang,” ujarnya.
Maidi menambahkan bidang ekonomi menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini. Ia mengibaratkan ekonomi sebagai darah dalam tubuh manusia yang menentukan kesehatan secara keseluruhan.
“Ekonomi itu ibarat darah. Kalau alirannya lancar, orang sehat. Kalau pertumbuhan ekonomi kota bagus, kota itu juga akan sehat. Maka, bidang ekonomi menjadi prioritas nomor satu,” kata dia.
Dalam waktu dekat, kata Maidi, kerja sama juga akan difokuskan pada sektor pariwisata dan kuliner. Potensi wisata dan kuliner di kedua kota dapat saling diperkenalkan untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan masyarakat.
“Kuliner yang enak di sini kita ajak ke Madiun, yang enak di Madiun kita ajak ke Kediri. Itu yang penting,” kata dia.
Selain ekonomi dan pariwisata, Maidi menjelaskan program unggulan Kota Madiun di bidang lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
Ia menyampaikan bahwa Kota Madiun menargetkan zero waste dan zero kabel pada tahun 2027 sebagai bagian dari program kota mendunia.
Ia mengungkapkan pada tahun 2027, sampah harus sudah selesai, TPA di Kota Madiun harus sudah ditutup. Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) harus sudah jalan. Selain itu, juga zero kabel dan kabel-kabel semrawut juga harus hilang.
"Karena Madiun itu mengimplementasikan 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs), itu programnya PBB. Maka, Kota Mendunia itu salah satunya, sampah dan kabel terselesaikan. Kotanya indah, bersih, oksigennya baik, dan suhunya semakin turun,” kata dia.
