Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan momentum Buka Giling Tebu 2026 di Pabrik Gula Pesantren Baru Kediri, menjadi penggerak ekonomi serta memperluas peluang kerja bagi masyarakat.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan keberadaan Pabrik Gula Pesantren Baru di Kota Kediri ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan, dengan menyerap dan menggerakkan puluhan ribu tenaga kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini menunjukkan bahwa industri gula dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi rakyat,” katanya dalam acara Buka Giling Tebu 2026 di PG Pesantren Baru Kediri, Selasa.

Vinanda juga mengapresiasi upaya PG Pesantren Baru Kediri dalam memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui berbagai program Kementerian Pertanian, seperti bongkar ratoon dan perluasan areal.

Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memastikan keberlanjutan industri dan kesejahteraan petani.

Ia berharap PG Pesantren Baru Kediri terus melakukan inovasi, baik dalam proses produksi maupun pengelolaan kemitraan dengan petani.

Adanya kolaborasi yang kuat dan saling menguntungkan dinilai menjadi kunci keberhasilan industri gula ke depan.

Selain itu, Pemerintah Kota Kediri juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat.

Dirinya juga menekankan pentingnya komitmen terhadap aspek lingkungan dengan masukan dari masyarakat terkait dampak lingkungan, baik limbah cair maupun polusi udara.

“Untuk itu, kami meminta agar pengelolaan limbah terus ditingkatkan, termasuk melalui modernisasi teknologi yang lebih ramah lingkungan, sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan kenyamanan,” kata dia.

Ia juga berharap musim giling tahun 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif. Hasil produksi semakin meningkat, kualitas gula semakin baik, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Diketahui bahwa buka giling memiliki arti penting bagi pabrik gula, termasuk Pabrik Gula Pesantren Baru Kediri, petani tebu, dan masyarakat Kota Kediri.

Dengan dimulainya musim giling menghidupkan kembali rantai industri gula, mulai dari sektor pertanian, pengolahan, hingga distribusi dan perdagangan.

Kondisi ini turut memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan petani, terbukanya lapangan kerja, serta penguatan ekonomi daerah.

Di Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Kediri pada musim giling 2026 menargetkan bisa menggiling tebu hingga 832.949 ton dengan prediksi hasil gula mencapai 65 ribu ton.

Jumlah itu tidak selisih jauh dengan target giling tebu pada 2026. Suplai tebu di dapatkan dari lahan di Kediri dan sekitarnya termasuk dari Manajer Manajemen Kerja Sama Operasional (MKSO) Kebun Dhoho di Kediri.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026