Lamongan (ANTARA) - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan mencatat nilai ekspor Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sepanjang 2025 mencapai Rp22 triliun, dengan kontribusi utama dari sektor perikanan, olahan hasil laut, serta industri baja dan aluminium.
Kepala Data Diskoperindag Lamongan Anang Taufik di Lamongan, Jawa Timur, Jumat, mengatakan bahwa nilai ekspor tersebut tidak disebabkan oleh bertambahnya jumlah eksportir, melainkan meningkatnya permintaan pasar luar negeri terhadap produk unggulan daerah.
“Jumlah perusahaan relatif sama dan jenis produk tidak banyak berubah. Namun permintaan dari pasar global meningkat cukup signifikan sehingga nilai ekspor ikut terdongkrak,” ujarnya.
Berdasarkan data dinas setempat, realisasi ekspor tersebut melampaui target yang ditetapkan pada 2025 yakni senilai Rp21,8 triliun. Realisasi pada 2025 juga tumbuh dibandingkan pada 2024 yang berada di kisaran Rp20 triliun.
Anang menjelaskan bahwa saat ini Lamongan telah mengekspor berbagai komoditas ke sejumlah negara, dengan 10 mitra utama yang memberikan kontribusi terbesar, yakni China, Jepang, Amerika Serikat, Thailand, Australia, Filipina, Kanada, Malaysia, dan Singapura.
Sektor industri logam menjadi salah satu penyumbang kenaikan nilai ekspor, terutama dari produksi baja lembaran dan aluminium. Selain itu, komoditas perikanan serta olahan hasil laut tetap menunjukkan kinerja stabil dan memiliki pasar ekspor yang loyal.
“Permintaan terhadap produk baja dan aluminium cukup tinggi, sementara produk perikanan dan olahan laut tetap konsisten diserap pasar mancanegara,” jelasnya.
Anang menambahkan dinamika politik dan ekonomi global juga dapat mempengaruhi kinerja ekspor. Namun, kondisi perdagangan internasional saat ini dinilai mulai stabil.
“Kami optimistis ekspor Lamongan ke depan terus tumbuh berkelanjutan dengan tetap mencermati perkembangan regulasi global,” tambahnya.
Ekspor Lamongan pada 2025 capai Rp22 triliun
Jumat, 9 Januari 2026 13:09 WIB
Ilustrasi - Truk membawa peti kemas saat bongkar muat di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Selasa (6/1/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa.
