Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur menyelidiki keberadaan sumur bor milik warga yang mengeluarkan minyak di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis.
"Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bagian Perekonomian Pemkab Bangkalan sebagai dasar pertimbangan laporan ke Bagian Energi dan Sumber Daya Mineral Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar dilakukan uji lab," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Zainul Qomar, Kamis malam.
Ia menjelaskan, sumur milik warga bernama Auda (43) itu, dilaporkan mengeluarkan minyak saat pengeboran dilakukan pada kedalaman 105 meter.
Pipa pada pengebor pada lubang sumur bor tiba-tiba mengeluarkan cairan berwarna coklat menyerupai minyak mentah dan bisa dibakar.
Peristiwa itu, menjadi perhatian warga sekitar, bahkan banyak warga yang sengaja mengambil cairan itu dan sebagian ada yang melakukan uji coba dengan cara dibakar.
"Kejadiannya tadi pagi, dan saat ini lokasi sumur bor yang keluar minyak itu sudah kami tutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Menurut Zainul, pihaknya juga telah mengambil sampel cairan yang menyerupai minyak tanah itu untuk dilakukan uji laboratorium ke ESDM Pemprov Jatim.
"Petugas dari aparat kepolisian Polres Bangkalan juga telah memasang garis polisi untuk mencegah adanya warga yang mendekat ke lokasi itu, khawatir terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," katanya.
Kasus sumur bor mengeluarkan cairan berupa minyak mentah sebagaimana di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis ini bukan yang pertama kali di Bangkalan.
Pada September 2025 kasus serupa juga terjadi di Dusun Lonbilleh, Desa Tramok, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan saat pengeboran mencapai kedalaman 59 meter.
