Madura Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem dan meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana di wilayah itu meningkatkan kewaspadaan.
Kepala BPBD Bangkalan Zainul Qomar di Bangkalan, Senin, mengatakan pihaknya telah menerima rilis informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa cuaca ekstrem berpotensi terjadi di semua wilayah di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Bangkalan.
"Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi cuaca ekstrem berpotensi terjadi sepanjang Januari 2026, berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir," katanya.
Penyebabnya, karena terjadi monsun Asia dan gangguan atmosfer dan hal ini bisa memicu terjadi bencana alam berupa banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan lain-lain.
Selain Bangkalan, kabupaten lain di Pulau Madura yang juga dinyatakan berpotensi terjadi cuaca ekstrem adalah Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.
"Selain mengingatkan potensi cuaca ekstrem kepada masyarakat, kami juga menginstruksikan kepada semua anggota tim penanggulangan bencana di Bangkalan untuk meningkatkan kewaspadaan, memperketat pengawasan di daerah-daerah yang selama ini memang rawan terjadi bencana, sehingga bisa melakukan mitigasi bencana dengan baik," katanya.
Zainol menjelaskan sebanyak 120 personel gabungan dari unsur BPBD, polisi, TNI serta tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan saat ini telah disiagakan di posko darurat penanggulangan bencana di Kabupaten Bangkalan.
Tim yang dilengkapi dengan peralatan penanganan darurat bencana ini siaga selama 24 jam dan siap bergerak cepat apabila terjadi bencana.
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Pemkab Bangkalan, dalam sepekan terakhir ini telah terjadi dua kali bencana berupa banjir di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Kamal dan Kecamatan Blega Bangkalan.
Sebanyak 1.673 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir itu.
Di Kecamatan Kamal, banjir menggenangi jalan nasional menuju Pelabuhan Kamal, sedangkan di Kecamatan Blega, selain menggenangi jalan raya penghubung antara Kabupaten Bangkalan dengan Kabupaten Sampang, banjir akibat luapan air sungai itu juga menggenangi rumah-rumah warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai itu.
