Madiun (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun, Jawa Timur menggelar tes urine secara mendadak dan acak terhadap warga binaan termasuk sipir guna mendeteksi penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas setempat.
Kepala Lapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai di Madiun, Kamis, mengatakan tes urine secara acak tersebut merupakan upaya memberantas peredaran narkoba dan mewujudkan lapas yang bersih, aman dan bebas dari pelanggaran.
"Tes urine ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung 15 Program Aksi Kemenimipas. Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba, baik bagi pegawai maupun warga binaan. Semua diperlakukan sama dan dilakukan secara acak," ujar Andi.
Tes urine tersebut diikuti oleh seluruh pegawai serta sejumlah warga binaan yang dipilih secara acak. Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan transparan dengan pengawasan langsung dari jajaran pimpinan serta petugas medis.
Kegiatan ini, lanjutnya, juga menjadi langkah preventif sekaligus deteksi dini guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Menurutnya, sinergisitas antara petugas dan warga binaan sangat penting untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan kondusif.
Salah satu warga binaan JK yang mengikuti tes urine menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
"Kami merasa kegiatan ini adil dan transparan. Dengan adanya tes urine seperti ini, kami jadi lebih termotivasi untuk menjaga perilaku dan menjauhi narkoba selama menjalani pembinaan," katanya.
Hasil tes urine dadakan secara acak terhadap warga binaan dan sipir tersebut diketahui tidak ada yang positif menggunakan narkoba.
Andi memastikan tes serupa akan rutin dilakukan secara mendadak sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah, sekaligus mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan humanis.
