Surabaya (ANTARA) - PT Pos Indonesia menambah tenaga personel serta memperpanjang jam operasional kantor untuk memastikan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran dengan sisa waktu penyaluran sekitar tiga hari hingga akhir tahun.
“Jadi masyarakat tidak perlu berkerumun. Jadwal sudah kami atur agar pelayanan berjalan lancar. Untuk lansia dan penerima yang sakit, kami siap melakukan pengantaran melalui koordinasi dengan pendamping atau RT/RW,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Haris saat mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang meninjau proses penyaluran bantuan di Kantor Pos Kebonrojo Surabaya, Senin.
Haris meminta masyarakat penerima bantuan yang telah menerima surat pemberitahuan melalui RT/RW untuk memperhatikan jadwal penyaluran agar tidak terjadi penumpukan di kantor pos.
Menurut dia, mekanisme penyaluran dilakukan melalui tiga pola, yakni pembayaran di kantor pos, penyaluran di komunitas seperti kantor kelurahan atau desa, serta pengantaran langsung ke rumah penerima yang membutuhkan layanan khusus.
Lanjutnya hingga saat ini, PT Pos Indonesia telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 14 juta dari total 18 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Haris menjelaskan, khusus wilayah Jawa Timur terdapat alokasi sebanyak 593 ribu penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sekitar 544 ribu atau 92 persen telah menerima bantuan.
Sementara itu, untuk Kota Surabaya jumlah penerima BLT juga mengalami penambahan, dari alokasi awal sekitar 70 ribu penerima, kini terdapat tambahan 19 ribu penerima berdasarkan pembaruan data terbaru.
“Mulai hari ini kami akan mulai membayarkan tambahan tersebut,” katanya.
