Situbondo (ANTARA) - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, memasang banner imbauan sepanjang jalur pantura yang menghubungkan Jawa dan Bali guna mencegah terjadinya kecelakaan pada arus mudik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Nanang Hendra Irawan menjelaskan pemasangan banner selain imbauan untuk mencegah terjadinya kecelakaan di titik rawan kecelakaan, juga dipasang banner titik-tik rawan banjir di jalur pantura kawasan Taman Nasional Baluran.
"Untuk di jalur pantura kawasan Taman Nasional Baluran kami pasang banner di titik rawan kecelakaan dan titik rawan banjir," katanya di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu.
Nanang mengingatkan kepada pengguna jalan agar terus waspada dan tidak mengemudi dengan cara ugal-ugalan karena Satlantas Polres Situbondo akan menindak tegas jika ditemukan pengendara ugal-ugalan.
Menurutnya, pemasangan banner itu juga sebagai upaya mencegah kemacetan selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025, dan menjadi upaya preventif untuk menjaga kelancaran arus lalulintas.
"Libur Natal dan tahun baru ini aktivitas masyarakat meningkat, jalanan ramai, volume kendaraan naik signifikan, jadi perlu dipasang banner imbauan," kata Nanang.
Ia menyebutkan banner imbauan yang dipasang di sepanjang jalur pantura Situbondo bervariasi, ada yang bertuliskan "semua kendaraan di lajur kiri dilarang berhenti", dan bahkan pengendara yang mengemudi ugal-ugalan akan ditindak tegas.
"Banyak kendaraan yang parkir di jalur kiri yang berdampak pada kemacetan, sehingga kami membuat imbauan tersebut," kata Nanang.
Operasi Lilin Semeru 2025 berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, tujuannya untuk mengamankan arus lalu lintas di jalur pantura, serta tempat wisata dan tempat ibadah.
"Dengan upaya ini, harapan kami situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di wilayah Situbondo selama Operasi Lilin Semeru 2025 tetap aman dan lancar," kata Nanang.
