Surabaya (ANTARA) - Komunitas Kesenian Bengkel Muda Surabaya menyiapkan pementasan teater anak dengan lakon Tragedi Kayu.
"Kami jadwalkan pementasan tanggal 31 Desember 2025 di Surabaya," kata Ketua Bengkel Muda Surabaya Heroe Budiarto melalui keterangan tertulis, Kamis.
Pementasan teater Tragedi Kayu terinspirasi dari puisi Arthur Jhon Horoni, senior Bengkel Muda Surabaya yang tempat tinggalnya di Aceh belum lama lalu terdampak bencana banjir bandang.
Heroe menjelaskan melalui narasi "Luka Alam, Bumi Meronta", Tragedi Kayu menegaskan kerusakan lingkungan bukan sekadar peristiwa alam, melainkan akibat langsung dari pilihan manusia.
"Beban itu pada akhirnya harus ditanggung oleh generasi yang akan datang," ujarnya.
Heroe menyutradarai Tragedi Kayu dengan berbasis simbol dan idiom yang aktual, dengan pendekatan edukatif dan reflektif.
"Pertunjukan ini mengajak anak-anak memahami dampak eksploitasi alam yang berujung pada rusaknya keseimbangan lingkungan, mulai dari hutan gundul, sungai keruh, hingga bencana banjir, longsor, dan kekeringan," tuturnya.
