Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Jawa Timur, memetakan sejumlah titik rawan kemacetan, seiring munculnya prediksi peningkatan sebesar 2,71 persen pergerakan kendaraan di Malang Raya saat berlangsung momen libur Natal 2025 dan Tahun 2026.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra, di Kota Malang, Minggu, mengatakan ruas jalan yang masuk kategori rawan kemacetan adalah jalur penghubung ke arah Kota Batu dan Kabupaten Malang, mengingat posisi Kota Malang yang terletak di antara dua daerah itu.
"Untuk wilayah Malang Raya, diperkirakan ada kenaikan sebesar 2,71 persen dari tahun lalu. Titik yang biasa padat, seperti di Jalan Ahmad Yani, (Exit Toll) Madyopuro, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Borobudur," kata Widjaja.
Berdasarkan data dari Dishub Kota Malang, angka 2,71 persen 1.440.063 kendaraan yang masuk dan keluar dari Malang Raya melalui Kota Malang saat Natal 2025 dan 1.167.840 kendaraan pada libur Tahun Baru 2026.
Pada Natal 2024 arus masuk keluar sebanyak 1.402.067 kendaraan bermotor. Sedangkan, pada Tahun Baru 2025 tercatat 1.137.026 kendaraan masuk keluar Malang Raya dari Kota Malang.
Selain perlintasan, Kota Malang, kata dia lagi, juga berpotensi dipadati kendaraan bermotor milik wisatawan yang berhenti untuk berwisata dan menginap di wilayah setempat.
Widjaja menyatakan beberapa langkah sudah ditetapkan untuk menangani kemacetan, yaitu pertama rekayasa lalu lintas bersama Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota.
Namun, kata dia pula, rekayasa lalu lintas bersifat insidental yang melihat pada kondisi di lapangan.
"Kemudian, kalau dari Exit Tol Singosari ke arah Kota Batu (Jalur Karanglo) macet akan dialihkan ke Exit Tol Pakis maupun Exit Tol Madyopuro," ujar dia lagi.
Kemudian, pihaknya akan mengoptimalkan area traffic control system (ATCS) atau sistem pengendalian lalu lintas yang berbasis teknologi informasi dan terhubung dengan closed circuit television (CCTV) di setiap wilayah, sehingga pemantauan mampu berjalan real time.
"Kami sudah rapat di Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Titik kepadatan di Kabupaten Malang misalnya, biasanya di daerah Kacuk, Kota Malang hingga ke arah pabrik gula Kebon Agung di Kabupaten Malang," ujarnya.
