Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terus mengawal dan mendampingi pelaksanaan program-program unggulan pangan hingga yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Permintaan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan yang biasa disapa Zulhas itu bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa, mengingat besarnya anggaran yang dikelola dalam program-program strategis seperti swasembada pangan, makan bergizi gratis (MBG), hingga pengelolaan sampah jadi energi.
"Karena Kemenko Pangan membidangi program-program unggulan. Kami minta dikawal, dibantu oleh KPK agar apa yang kita program ini, bisa berjalan dengan baik," kata Zulhas.
Kemenko pangan juga menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai aturan dan prinsip akuntabilitas.
Ia mengatakan program MBG memiliki anggaran sekitar Rp350 triliun dengan target 80,9 juta penerima manfaat. Selain itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diperkirakan akan memakan anggaran sebesar Rp240 triliun.
Dari dua program tersebut, nilai anggaran yang dinaungi oleh Kemenko Pangan sudah hampir menyentuh Rp600 triliun.
Oleh karena itu, Zulhas meminta kepada KPK, BPK, dan juga BPKP untuk mengawal agar tidak terjadi kebocoran dana.
"Kita tidak ingin ada risiko apapun sehingga program ini diharapkan bisa berjalan dengan baik," ujar Zulhas.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono menyampaikan bahwa Indeks Integritas Nasional (IIN) Kemenko Pangan berada di atas rata-rata nasional.
Berdasarkan Survei Penilaian Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), skor Kemenko Pangan mencapai 7,8 poin.
"Di Kemenko Pangan ini mencatat nilai di atas rata-rata nasional 7,8 poin. Lebih tinggi daripada Indeks Integritas Nasional yang masih berada di kategori rentan. Ini adalah sinyal yang patut diapresiasi karena Kemenko Pangan ini baru ya," kata Agus.
