Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur secara masif melakukan tes HIV/AIDS sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit yang menggerogoti daya tahan tubuh tersebut.
Kepala Bidang Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Supriyanto di Kediri, Jumat, mengemukakan pemeriksaan dilakukan di semua lini, terutama layanan kesehatan.
Pemeriksaan juga menyasar kelompok berisiko tinggi, seperti mereka yang sering berganti pasangan, ibu hamil, dan pekerja seks komersial.
"Kami mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing) di tempat yang kami lakukan. Meskipun mereka dari luar kota tetap kami lakukan tes HIV," katanya.
Dinas Kesehatan juga gencar melaksanakan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), serta kampanye layanan VCT, terutama kepada kelompok berisiko.
Ia berharap, mereka secara suka rela melakukan konseling dan tes HIV sehingga jika ada temuan baru bisa ditangani secara dini.
Kepada orang dengan HIV AIDS (ODHA), katanya, rutin diberikan obat Antiretroviral (ARV) untuk menekan virus HIV agar tidak merusak sistem imun sehingga penderita bisa hidup sehat dan normal.
Ia mengungkapkan jumlah temuan penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus)/ AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang baru di Kota Kediri relatif banyak. Setiap tahun rata-rata menemukan 250 kasus baru HIV/AIDS.
"Rata-rata setiap tahun itu kami menemukan ada 250 kasus baru HIV/AIDS di Kota Kediri. Pada 2024 ada 250 temuan dan pada 2025 ini, dari Januari-November 2025 ada 194 kasus baru," kata dia.
Dirinya menyebut dari 194 temuan baru tersebut, diketahui 25 orang sudah mengalami AIDS, sedangkan sisanya didiagnosa mengalami HIV.
Kondisi mereka yang mengalami HIV, kata dia, mayoritas masih sehat akan tetapi di dalam tubuhnya terdapat virus.
Ia mengatakan dari 194 temuan baru kasus HIV/AIDS di Kota Kediri, tidak semua warga berasal dari Kota Kediri. Terdapat 45 warga dengan KTP Kota Kediri, sedangkan sisanya dari luar kota.
Pihaknya juga tetap memantau kondisi para pasien tersebut dengan melakukan pendampingan. Mereka diberikan edukasi dan pendampingan psikis untuk bersemangat dan tetap sehat.
