Banyuwangi (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Konservasi Indonesia (KI) dan Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur membentuk Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola dan daya saing sektor budi daya udang ramah lingkungan di daerah.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Banyuwangi, Kamis, menyampaikan pembentukan tim ini menjadi tonggak penting tata kelola udang daerah.
"Banyuwangi memiliki potensi besar, tetapi diperlukan arah yang jelas. Tim pelaksana ini menyatukan semua pihak untuk menyusun langkah yang terukur," ujarnya.
Wabup Mujiono memastikan dokumen perencanaan akan diintegrasikan ke dalam kebijakan daerah, termasuk tata ruang pesisir, perizinan dan pengawasan mutu, untuk memastikan produktivitas dan kelestarian berjalan beriringan melalui inovasi teknologi dan penataan kawasan.
Menurutnya, peluncuran Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan oleh Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budi Daya Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Cahyadi Rasyid, pada Rabu (10/12) di Banyuwangi, diharapkan menjadi model nasional perundangan modern yang adaptif dan berkelanjutan.
"Dengan skema komprehensif dan struktur koordinasi yang kuat guna mewujudkan industri udang yang lebih sehat, efisien, dan inklusif," kata Mujiono.
Udang merupakan salah satu komoditas penting nasional, namun sektor ini masih menghadapi tantangan besar, mulai dari serangan penyakit hingga terbatasnya pasokan energi di kawasan budi daya, termasuk hambatan nonteknis mencakup perizinan dan fluktuasi harga.
