Surabaya (ANTARA) - Pemprov Jawa Timur meraih dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia atas pemetaan talenta aparatur sipil negara yang dilakukan secara masif, terukur, dan berbasis sistem sebagai fondasi penguatan birokrasi berintegritas.
"Pemetaan ini kami lakukan bukan tidak hanya mengukur kompetensi, tetapi sekaligus pemetaan potensi dan Talent DNA, sehingga mampu menggambarkan kapasitas individual ASN secara menyeluruh," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.
Dua piagam bernomor 12532/R.MURI/XI/2025 dan 12533/R.MURI/XI/2025 menegaskan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang melakukan pemetaan talenta ASN secara masif, terukur, dan berbasis sistem.
Total 36.668 pegawai negeri sipil (PNS) dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) telah mengikuti pemetaan talenta, jumlah terbesar yang pernah tercatat di Indonesia.
Khofifah menyebut capaian ini merupakan hasil asesmen komprehensif Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim melalui UPT Pusat Penilaian Pegawai.
Sebagai penguatan metodologi, pemprov juga menggandeng Founder ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian untuk mengembangkan pemetaan potensi berbasis Talent DNA.
Langkah ini memastikan penilaian dilakukan lebih ilmiah, terstandar, dan presisi dalam menangkap karakter dasar talenta ASN.
Pemetaan diterapkan melalui metode assessment center, tes berbasis komputer (CAT) kompetensi, analisis formasi, dan instrumen Talent DNA yang terintegrasi dengan sistem manajemen talenta ASN Jawa Timur. Penilaian mencakup PNS dan CPNS lintas perangkat daerah dan berbagai jenjang jabatan.
“Rekor MURI ini bukan semata penghargaan, tetapi penanda bahwa reformasi birokrasi di Jawa Timur berjalan dengan strategi yang jelas, terukur, dan berdampak. Kita ingin birokrasi Jatim sejajar dengan standar global, dan pemetaan talenta adalah pintu masuknya,” ujar Khofifah.
Data menunjukkan pemetaan dilakukan menyeluruh hingga tingkat kabupaten/kota. UPT Penilaian Pegawai menggelar asesmen bagi jabatan pelaksana, fungsional, dan administrator.
Integrasi potensi, kompetensi, dan Talent DNA menjadikan Jatim sebagai daerah dengan cakupan manajemen talenta ASN terbesar saat ini.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjadi kontributor terbesar dengan 5.864 ASN terpetakan.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mencatat 1.545 ASN dari formasi ideal 4.220. Sekretariat Daerah Jatim memiliki 437 ASN dari formasi ideal 779, sementara Sekretariat DPRD Jatim 119 ASN dari formasi ideal 190.
Secara keseluruhan, Pemprov Jatim memiliki 86.749 pegawai, terdiri atas 38.106 PNS dan 20.137 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Dengan pemetaan yang presisi, termasuk pemetaan potensi dan Talent DNA, kita bisa mengetahui di mana kekurangan tenaga kesehatan, di mana kelebihan jabatan tertentu, dan bagaimana menempatkan talenta terbaik di posisi paling strategis,” kata Khofifah.
Ia menyebut pemetaan talenta menjadi bagian dari strategi besar memperkuat manajemen talenta ASN, meningkatkan profesionalitas birokrasi, serta menyiapkan aparatur adaptif menghadapi transformasi layanan publik.
“Kita ingin birokrasi yang gesit, kompeten, dan adaptif bukan hanya memenuhi jumlah, tetapi memenuhi kualitas. Setiap ASN harus tahu posisi, peran, dan potensi dirinya dalam mendukung agenda pembangunan Jatim,” ujarnya.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada BKD Jatim, UPT Penilaian Pegawai, perangkat daerah, serta pemerintah kabupaten/kota yang menjalankan pemetaan ASN secara serentak dan sistematis.
“Jawa Timur berkomitmen menjadi penjalin sinergi manajemen talenta ASN di Indonesia, dari hulu ke hilir. Pemetaan masif ini akan menjadi standar baru bagi reformasi birokrasi yang modern dan berkelas dunia,” katanya.
Pemprov Jatim raih MURI pemetaan talenta ASN terbanyak
Rabu, 10 Desember 2025 20:01 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) saat menerima MURI beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)
