Madura Raya (ANTARA) - Tim gabungan yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, relawan, polisi, dan TNI melakukan aksi bersih-bersih aliran sungai guna mencegah banjir di wilayah itu.
"Selain sebagai bentuk kesiagaan, aksi bersih-bersih aliran sungai ini juga sebagai bentuk kampanye kepada masyarakat agar mereka memperhatikan kebersihan aliran sungai dan tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai," kata Pelaksana Tugas Kepada Pelaksana BPBD Kabupaten Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi di Pamekasan, Sabtu.
Ia menjelaskan salah satu penyebab banjir di Pamekasan selama ini karena aliran sungai menyempit akibat praktik yang tidak bertanggungjawab oleh sebagian oknum masyarakat, salah satunya kebiasaan membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.
"Karena itu, tim gabungan dari Pemkab Pamekasan yang terdiri dari BPBD, relawan penanggulangan bencana, bersama polisi dan TNI turun tangan untuk melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang aliran sungai di Pamekasan," katanya.
Dofir menjelaskan banjir salah satu jenis bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Pamekasan dan banyak menimpa warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai.
Selama musim hujan 2025, banjir telah melanda Pamekasan tiga kali dengan korban terdampak mencapai 1.475 kepala keluarga di dua kecamatan, yakni Pamekasan dan Pademawu.
"Banjir yang terjadi selama ini, umumnya karena luapan air sungai. Karena itu, gerakan bersih-bersih aliran sungai kami lakukan di samping itu pula kami menggencarkan sosialisasi agar masyarakat tidak membuang sampah ke aliran sungai," katanya.
Upaya lain yang kini juga mulai dilakukan BPBD Kabupaten Pamekasan dengan membentuk tim tanggap siapa bencana yang melibatkan semua elemen masyarakat, dan gabungan personel dari berbagai instansi di lingkungan Pemkab Pamekasan.
