Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang memastikan telah melakukan asesmen terhadap dampak kerusakan rumah akibat banjir yang melanda sejumlah titik di wilayah itu.
"Evakuasi warga ke tempat yang aman, kemudian dilakukan pendataan kerusakan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Prayitno di sela-sela peninjauan lokasi terdampak banjir di Kelurahan Purwodadi, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.
Berdasarkan data BPBD Kota Malang, terdapat enam unit rumah warga yang mengalami kerusakan dan 90 rumah tergenang banjir.
Total 90 rumah tergenang banjir, 41 unit di antaranya ada di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Dari jumlah itu 38 rumah warga terendam material lumpur yang terbawa banjir. Kemudian, beberapa rumah juga tergenang banjir di tiga lokasi, yaitu Jalan Candi Bajang, Jalan Letjen S Parman Gang 1, dan Jalan Taman Siswa.
Kemudian, di Kecamatan Lowokwaru total sekitar 36 rumah tergenang banjir, yaitu lebih kurang delapan rumah di RT 01/RW 05 Kelurahan Lowokwaru, sembilan rumah di RT 05/ RW 11 Kelurahan Lowokwaru, 16 rumah di Jalan Kedawung RT 02/RW 05, dan tiga rumah di Kelurahan Mojolangu RT 01/RW 01.
Lalu, banjir di Kecamatan Lowokwaru juga menyebabkan lima kendaraan roda dua milik warga hanyut terbawa arus.
Khusus banjir di Jalan Kedawung, dia menyatakan setidaknya ada satu keluarga yang sempat terjebak di dalam rumah, tetapi telah berhasil dievakuasi petugas.
"Memang kemarin luapannya tinggi, dominannya menggenang jalan tapi terdampak parah satu rumah yang tenggelam 160 sentimeter dan yang rumah roboh itu kosong," ucap dia.
Prayitno menjelaskan hasil asesmen dijadikan sebagai bahan acuan untuk mendistribusikan paket bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.
Dia menyebut bahwa pemenuhan bantuan kepada warga terdampak tidak hanya dilakukan oleh BPBD tetapi dikoordinasikan dengan sejumlah instansi, seperti Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB), Bagian Kesra, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang.
"Jadi ada yang roboh dan sebagai peralatan dapur hilang. Tapi ini saya minta tim melakukan asesmen kembali untuk mencatat kebutuhan termasuk family kit, baju, dan peralatan dapur itu berapa rumah," ujar dia.
