Malang Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Jawa Timur melakukan asesmen terhadap dampak banjir yang melanda 15 lokasi di wilayah setempat, Selasa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adi Nugroho di Kota Malang mengatakan banjir melanda 15 lokasi tersebar merata di lima kecamatan.

"Petugas melakukan asesmen terkait untuk mengetahui kerusakan, kerugian, dan sumber daya yang terdampak banjir di setiap lokasi. Pantauan dari pusat pengendalian operasi terdapat 15 titik banjir," katanya.

Data BPBD setempat menyebutkan 15 lokasi banjir di Jalan Danau Kerinci, Jalan Danau Toba, Jalan Ranau, Jalan Danau Maninjau di Kecamatan Kedungkandang, kawasan early warning system (EWS) Candi dan EWS Bukit Barisan di Kecamatan Sukun, kawasan EWS Sudimoro, Jalan Bungur, Jalan Kedawung, Jalan Simpang Bunga Krisan di Kecamatan Lowokwaru, kawasan EWS Bareng, serta Jalan Simpang Raya Langsep di Kecamatan Klojen.

Banjir juga melanda tiga lokasi di Kecamatan Blimbing, yakni kawasan EWS Hartono, Jalan Tenaga Utara, dan Jalan Letjen Sutoyo.

Berdasarkan hasil peninjauan petugas di lokasi terdampak, kejadian tersebut disebabkan luapan air pada drainase dan sungai ketika Kota Malang diguyur hujan berintensitas deras.

Luapan air tersebut pada akhirnya menggenangi area jalan hingga masuk rumah warga.

Saat peristiwa, petugas dikerahkan untuk membantu warga menguras genangan air dari dalam rumah menggunakan pompa penyedot.

Selain itu, melaksanakan aktivitas pembersihan jalan-jalan terdampak dari sisa material yang terbawa aliran banjir.

Dia memastikan peristiwa tersebut tak menimbulkan korban jiwa.

"Namun, arus lalu lintas mengalami kemacetan akibat kendaraan yang melintasi area banjir. Air sudah surut," ucap dia.

BPBD setempat mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah dengan kontur cekungan, supaya tetap mewaspadai potensi kerawanan banjir.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026