Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjaga alam dan menurunkan emisi gas rumah kaca setelah Jatim memborong 21 Trophy Program Komunitas untuk Iklim 2025 yang menjadi capaian tertinggi secara nasional.
“Kami di Jatim bersama seluruh elemen dan lintas sektor tak kenal lelah berupaya menanggulangi perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Salah satu yang sangat masif kita lakukan adalah penanaman mangrove sebagai sumber cadangan karbon,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Kamis.
Provinsi Jawa Timur meraih total 21 Trophy Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) Indonesia Tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup, menjadi yang terbanyak di Indonesia. Rinciannya, Jatim memperoleh 8 Trophy ProKlim Lestari dan 13 Trophy ProKlim Utama, serta 96 Sertifikat ProKlim Utama dan 65 ProKlim Madya.
Seluruh penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq kepada Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jatim Nurcholis mewakili Gubernur Khofifah pada Penyerahan Apresiasi Pembina ProKlim Tahun 2025 di Jakarta.
Cara mitigasi yang dilakukan Jatim, lanjut gubernur, penting untuk mengurangi emisi, menghasilkan oksigen lebih banyak, serta menekan dampak perubahan iklim dan bencana seperti banjir, longsor, dan kekeringan.
Upaya tersebut selaras dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 84 Tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1679 Tahun 2024 tentang Rekonseptualisasi Program Komunitas untuk Iklim.
"Setiap individu dapat berkontribusi dalam mitigasi dengan cara mengurangi penggunaan kantong plastik, tidak membuang sampah sembarangan, membatasi penggunaan kendaraan bermotor, menggunakan sarana transportasi umum, hemat listrik dan air, serta menanam pepohonan," katanya.
ProKlim Lestari sebagai penghargaan tertinggi telah diterima Jatim sejak 2020. “Di Jatim sendiri, ProKlim dijalankan secara aktif sejak tahun 2012 dan kini mencakup wilayah kerja komunitas, tidak terbatas pada administratif seperti desa atau RW,” ujar Khofifah.
Jatim juga dinilai aktif dalam pengurangan emisi gas rumah kaca melalui penanaman mangrove, pelepasan burung, pelepasan bibit kepiting dan ikan, serta edukasi terkait ekosistem.
“Dalam empat tahun terakhir, luasan mangrove di Jawa Timur juga terus meningkat signifikan. Rata-rata penambahan lebih dari 900 hektare per tahun, dengan total kenaikan mencapai 3.618 hektare (setara 13,29 persen) sejak 2021,” tuturnya.
Pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi keunggulan lain. Pemerintah provinsi kini memiliki 5.170 bank sampah, terbanyak nasional. Program ini menekan pencemaran tanah dan air serta mengurangi emisi gas metana dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Melalui program Mangrove Lestari, kita berkomitmen memperkuat ketahanan lingkungan dan berkontribusi nyata terhadap target Net Zero Emission 2060. Ini adalah ikhtiar Jawa Timur untuk menjaga bumi agar tetap lestari bagi generasi mendatang," tegasnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pengembangan ProKlim tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan aksi.
ProKlim turut mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) melalui dokumen National Adaptation Plan (NAP) untuk ketahanan pangan, air, energi, kesehatan, ekosistem, dan kebencanaan.
Khofifah ajak warga Jatim jaga lingkungan dan turunkan emisi
Kamis, 4 Desember 2025 13:56 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim
