Gresik (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan studi ke Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 45 Kota Semarang sebagai upaya untuk memperkuat persiapan daerahnya sebelum mengelola SR di wilayah setempat pada tahun 2026.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan studi tersebut dilakukan untuk mempelajari praktik pengelolaan SR yang telah berjalan efektif di Semarang, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan.
“Desember ini insyaallah kami resmikan SR di wilayah kami. Karena itu, kami mencari referensi dan pandangan terkait pengelolaannya,” katanya pada pembukaan Visitasi Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 45 bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Semarang, Jawa Tengah, Minggu.
Gus Yani, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pada 2026 pemerintah kabupaten menyiapkan pembangunan SR baru di Desa Raci Tengah, Sidayu, yang dirancang sebagai kawasan sekolah terpadu di atas lahan lima hektare lebih.
Rencananya, lanjutnya, akan ada fasilitas 36 ruang kelas, laboratorium, klinik, fasilitas olahraga, dan sembilan titik ruang terbuka hijau.
Ia menyebut, untuk proses lelang tengah berjalan dan diupayakan juga dapat beroperasi pada tahun ajaran 2026, sementara gedung eks Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 30 Gresik akan dialihkan menjadi panti lansia setelah siswa SR menempati gedung baru.
"Tidak ada siswa titipan,harus sesuai dengan ketentuan yakni dari keluarga yang tidak mampu dan memiliki keterbatasan dan diambil dari Desil I dan II," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya mempelajari langsung berbagai aspek pengelolaan SR di Semarang seperti sistem belajar dan tenaga gurunya, kemudian manajemen asrama, pemenuhan gizi berbasis MBG, hingga layanan kesehatan siswa.
“Kami datang untuk mempelajari tantangannya, termasuk pengelolaan asrama dan gizinya. Kami juga menyiapkan gedung asrama terpisah sesuai ketentuan Kementerian Sosial, dan rencananya akan terkoneksi dengan layanan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” katanya.
Ia menambahkan SR Gresik dirancang bersifat inklusif dan nasionalis, menaungi semua agama, serta menerapkan skrening dan psikotes untuk memetakan minat-bakat siswa.
"Meski, perkembangan SR di Gresik kini masuk 10 besar nasional dari sisi perkembangan siswa dan tata kelola, kami tetap butuh referensi lagi untuk memperkuatnya," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menyambut baik dan menyatakan bahwa studi komparasi yang terjalin tersebut menggambarkan bahwa negara kami berupaya bersama untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas menuju Indonesia Emas.
"Dari awal memang kami merancang SR terintegrasi, saat ini sudah terdapat 92 anak yang menjadi peserta didik," tuturnya.
Ia menambahkan, bahwa kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan mampu bersama-sama mengimplementasikan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dengan baik.
