Jakarta (ANTARA) - Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat berkapasitas 40 ribu ton untuk memperkuat pasokan bahan baku NPK nasional.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menjelaskan, asam sulfat merupakan bahan baku pupuk majemuk NPK sedangkan tangki asam sulfat nantinya berfungsi untuk mendukung keberlangsungan produksi pupuk NPK di masa depan.
"Dengan pembangunan tangki ini, akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional," ujar Daconi dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dengan demikian, lanjutnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi semakin besar bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia.
Petrokimia Gresik merupakan pionir pupuk majemuk di dalam negeri sejak tahun 2000 dan menjadi kiblat bagi teknologi pupuk NPK di tanah air.
Dengan total kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, menjadikan BUMN tersebut sebagai produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia.
"Dengan keberadaan tangki ini, kami bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri," ujar Daconi.
Tangki asam sulfat ini dibangun di kawasan Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan 3 Hektare (Ha).
Ada dua tangki asam sulfat yang dibangun dengan kapasitas masing-masing sebesar 20.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan asam sulfat nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah proyek ini beroperasi.
Menurut Daconi, proyek tangki tersebut ditargetkan selesai dan beroperasi pada Mei 2027 dengan lama pengerjaan sekitar 18 bulan.
Dia menegaskan, proyek tersebut memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Petrokimia Gresik maupun kontraktor juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat.
"Dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan," ujarnya.
Sementara itu Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan proyek tersebut mengatakan, pembangunan tangki asam sulfat mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan.
"Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri," ujarnya.
Aminuddin juga mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target, yaitu pada 2025.
