Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mempresentasikan dua inovasi Jagoan Tani dan I-Care yang masuk finalis Top Inovasi Terbaik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kamis.
Presentasi secara daring ini dilakukan Bupati Ipuk di hadapan tim juri, terdiri dari Guru Besar Fisipol Unair Prof Jusuf Irianto, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jatim, Dr Andriyanto dan Hariatni Novitaari dari Praktisi Media.
Ipuk menyampaikan Jagoan Tani merupakan program inkubasi anak-anak muda daerah untuk terjun ke bisnis pertanian, dan program tersebut setiap tahunnya diikuti ratusan anak muda yang telah memiliki rintisan usaha untuk lebih mengembangkan bisnisnya.
"Kami hadirkan sejumlah mentor berpengalaman dari kalangan praktisi hingga akademisi untuk peningkatan bisnis mereka, dan mengkoneksikan mereka dengan perbankan, jaringan dunia usaha, hingga stimulus modal untuk pengembangan usahanya," katanya.
Dalam presntasinya, Bupati Ipuk menyebutkan dari program Jagoan Tani telah tercatat sekitar 4.000 wirausaha muda di sektor agribisnis, dan dengan berbekal ilmu yang didapatkan selama inkubasi, mereka mampu menjalankan usaha di sektor pertanian secara lebih modern.
"Jagoan Tani menjadi program inovatif yang menjadi percontohan nasional, dan bahkan beberapa daerah telah berkunjung ke Banyuwangi untuk belajar tentang program ini," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menjelaskan program I-Care inisiasi RSUD Blambangan, yang merupakan inovasi memfasilitasi rujukan cepat pasien stroke sehingga meningkatkan angka keberhasilan penanganan stroke di golden period yakni sebelum 4,5 jam sejak serangan awal.
Layanan I-Care ini, lanjutnya, menggabungkan edukasi dan teknologi aplikasi serta gotong royong, dan bahkan layanan I-Care bisa di akses dengan mudah di superApps Smart Kampung.
Pasien bisa langsung membuka menu I-Care pada Smart Kampung, cek mandiri risiko stroke, kemudian memilih ambulans terdekat untuk segera menuju rumah sakit.
"Tujuannya, mempercepat pasien tiba di rumah sakit, dengan penanganan tepat di masa golden period untuk mengurangi risiko cacat permanen hingga kematian pada penderita," kata Ipuk.
Ia mengatakan dampak dari I-Care pada 2024 jumlah pasien stroke yang datang dalam golden periode meningkat, sehingga angka kefatalan pasien stroke turun menjadi 16,18 persen dari sebelumnya sebesar 82 persen. Selain itu, sebanyak 83,82 persen pasien dapat kembali produktif dan bekerja seperti semula.
"Sejak 2023, I-CARE resmi menjadi percontohan nasional untuk layanan terintegrasi kegawatan stroke, serta lima kali meraih penghargaan Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode 2021–2025, serta penghargaan Diamond Award Indonesia Health Care Innovation Award 2023," ujarnya.
Sesi presentasi wawancara ini merupakan penilaian akhir dalam kompetisi Kovablik Jatim 2025, dan selanjutnya akan dipilih peraih predikat Outstanding Public Service Innovation 2025.
