Surabaya (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa keberlanjutan daya saing industri bergantung pada penguatan sumber daya manusia (SDM) teknik industri dalam menghadapi persaingan manufaktur yang semakin ketat di tingkat global pada era industri kini.
“Hari ini landscape persaingan di dunia manufaktur semakin ketat. Kalau tidak berbenah melakukan optimalisasi, memaksimalkan revolusi industri 3 dan 4, otomatisasi digitalisasi dan konektivitas, dikhawatirkan pabrik kita akan kalah dengan negara lain,” kata Emil dalam Seminar Nasional dan Konvensi Wilayah bertema Peran Strategis Supply Chain dan Logistik dalam Meningkatkan Konektivitas Nasional yang digelar Badan Kejuruan Teknik Industri (BKTI) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Kamis.
Emil mencontohkan Vietnam, yang kini menjadi pusat pengembangan Institute of Industrial and Systems Engineers (IISE) di Asia Tenggara, sebagai pengingat bahwa peningkatan kompetensi insinyur teknik industri harus dilakukan secara konsisten agar industri Jawa Timur mampu tumbuh berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, Emil menyebut pertemuan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Persatuan Insinyur Indonesia sebagai awal kolaborasi untuk mengoptimalkan daya saing industri melalui penguatan sumber daya manusia, terutama insinyur profesional di bidang industri.
“Perlu adanya pertemuan antara pemerintah, PII/akademisi dan dunia usaha untuk melihat potensi industri terbesar di Jatim, seperti makanan dan minum, tembakau, kimia dan farmasi. Kemudian, kami petakan dari setiap jenisnya,” katanya.
Ia menambahkan Jawa Timur sebagai hub utama kawasan timur Indonesia membutuhkan konektivitas yang kuat untuk mendukung industrialisasi, sehingga pembangunan infrastruktur transportasi dan logistik terus diupayakan.
“Konektivitas menjadi hal penting yang tidak bisa dielakkan dalam industrialisasi, maka infrastruktur juga terus kami upayakan secara maksimal, khususnya di jalur lintas selatan. Kami juga provinsi dengan bandara yang terbanyak, terakhir ada Bandara Dhoho di Kediri yang dibangun Gudang Garam,” katanya.
Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menyampaikan bahwa perguruan tinggi berperan besar dalam inovasi dan peningkatan daya saing industri.
“Kolaborasi akademisi, industri dan organisasi profesi adalah kunci penguatan produktivitas dan daya saing,” katanya.
Sementara itu, Ketua BKTI PII Wiza Hidayat menyoroti lengkapnya ekosistem industri Jawa Timur, mulai dari manufaktur hingga infrastruktur, yang menjadikannya wilayah strategis bagi pengembangan industri nasional.
Dalam Konvensi Wilayah tersebut juga menetapkan Dr. Ir. Ari Primantara sebagai Ketua PII–BKTI Wilayah Jawa Timur Periode 2025–2028.
