Surabaya - Dosen STIKOM Surabaya, Karsam SPd MA PhD menggelar pameran biografi/pribadi berupa karya seni lukis, kriya, batik, ukir, patung, fotografi, dan buku/artikel atau jurnal di Gedung Korpri Jombang pada 12-14 Desember. "Saya tidak hanya berpameran di gedung Korpri di depan SMAN 3 Jombang, tapi saya juga menggelar "workshop" membatik untuk anak yatim dari Kertosono, SMAN 3 Jombang, dan SMA Muhammadiyah," katanya di sela-sela persiapan pameran di kampus setempat, Rabu. Alumni seni rupa IKIP Malang (S1) dan seni rupa Universiti Malaya Kuala Lumpur (S2/S3) itu menjelaskan pameran pribadi bertema "10 Jariku Punya Fungsi Yang Beda", merupakan ajang ekspresi diri, apresiasi, rekreasi, dan diskusi perihal dunia seni dan budaya. "Karena itu, saya mengajak pendidik lain agar tidak malu-malu dalam berkarya, serta media untuk mencintai, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai seni dan budaya lokal dan nasional, sehingga kita menempatkan diri dalam posisi lokal, nasional, dan global," ujarnya. Menurut dosen dan seniman kelahiran Tuban pada 5 Juli 1968 itu, guru seni rupa/seni budaya dan ketrampilan sangat minim melakukan pengkaryaan. "Terbukti tidak banyak guru yang melaksanakan unjuk karya atau pameran," kata Ketua Prodi Desain dan Komunikasi Visual/DKV (S1) serta Multimedia (D4) STIKOM. Kondisi itulah yang memberi tantangan bagi dirinya untuk mengadakan pameran tunggal serta sebagai bentuk kepedulian terhadap seni budaya lokal dan nasional. "Selain mengajar, guru harus bisa memberi teladan. Guru tidak hanya pandai secara teori, tetapi harus mampu berkarya, bisa dalam bentuk tulisan dan karya seni," ucapnya. Baginya, dosen pada dasarnya juga seorang guru. Dosen mempunyai kewajiban untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu mengajar, meneliti, dan mengabdi pada masyarakat. "Dilihat dari kewajiban ini, tugas seorang dosen bisa dikatakan lebih berat jika dibandingkan dengan guru, namun kondisi ini tidak menghalangi seorang dosen untuk terus berkarya. Nah, saya sebagai dosen akan membuktikan hal ini dengan semangat 'Hidup kok Bekerja, Hidup itu Berkarya'," katanya. Dalam pameran itu, Karsam yang bermukim di Ploso, Jombang itu juga mengajak serta adik dan kakaknya serta empat mahasiswa STIKOM. "Ada ratusan karya, karena paduan karya dari tujuh orang, meski mayoritas merupakan karya saya sendiri, sehingga saya sebut sebagai pameran diri atau pameran biografi," katanya.(*)
Berita Terkait
Pakar ingatkan soal keamanan data saat bermain Koin Jagat
15 Januari 2025 21:30
Sebanyak 47 tim ikuti Paskibra Festival 2024
29 Januari 2024 16:57
Stikom Surabaya berganti nama menjadi Universitas Dinamika
3 September 2019 18:04
Stikom Benarkan Peretas "SBH" adalah Mahasiswanya
14 Maret 2018 17:52
Mahasiswa STIKOM Surabaya Ciptakan Alat Pendeteksi Durian
17 Maret 2016 22:19
Stikom Kembangkan Aplikasi Anti Plagiat Koreksi Skripsi
2 Februari 2016 19:42
STIKOM Surabaya Luncurkan Kartu Mahasiswa Berbasis RFID
27 Januari 2016 20:59
Mahasiswa Stikom Kenalkan Museum Surabaya Lewat Desain Grafis
15 Agustus 2015 05:54
