Surabaya (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga bersama Polri dan Hiswana Migas melaksanakan Sosialisasi Pengawasan BBM Dalam rangka memperkuat pengawasan serta mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam pendistribusian dan penanganan Bahan Bakar Minyak (BBM).
"SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar) merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik sektor energi. Karena itu, segala bentuk indikasi penyalahgunaan perlu diantisipasi secara cepat agar tidak menimbulkan kerugian dan gangguan stabilitas suplai energi," kata perwakilan Intelkam Polri, Whisnu Argo Bintoro, saat sosialisasi di Surabaya, Selasa.
Whisnu menambahkan bahwa peningkatan kewaspadaan dan kepedulian seluruh pihak dalam rantai distribusi BBM menjadi salah satu faktor kunci dalam mencegah praktik penyimpangan.
Pada kesempatan yang sama, Sales Branch Manager (SBM) Surabaya III Fuel, Dimas Mulyo Widyo S, memberikan pembekalan terkait prosedur penanganan, pelayanan, pengujian kualitas BBM, serta standar pengawasan dalam pendistribusian.
Dengan pemahaman tersebut, para operator dan petugas SPBU diharapkan semakin menyadari peran strategis mereka dalam menjaga kualitas sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan tepat sasaran bagi masyarakat.
Menutup kegiatan, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini mampu meningkatkan efektivitas pencegahan penyalahgunaan BBM sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan serta penyaluran BBM yang transparan, tertib, dan tepat sasaran.
Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif dalam pengawasan.
Apabila menemukan pelanggaran atau ketidaknyamanan dalam layanan SPBU, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135.
