Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kader NU yang berniat maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jawa Timur, namun tidak boleh saling berebut di antara sesama kader NU. "Bagaimana caranya supaya tidak berebut, itu yang nanti kita diskusikan dengan para kiai," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Selasa. Menurut Said Aqil, mengingat Jawa Timur merupakan daerah basis NU, maka sudah selayaknya kader NU tampil memimpin provinsi itu sebagai gubernur. Karena itu, kata Said Aqil, akan dicari jalan terbaik agar hanya ada satu kader NU yang tampil di Pilgub Jatim supaya peluang untuk menang lebih besar. "Nanti kita jajaki, kita ukur dengan matang. Tapi yang jelas (gubernur Jatim) harus NU," kata Said Aqil. Saat ini, kader NU Saifullah Yusuf yang juga salah satu Ketua PBNU menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim mendampingi Gubernur Soekarwo dari Partai Demokrat. (*)
Berita Terkait
KPK periksa petinggi PBNU Aizzudin di kasus kuota haji terkait Yaqut
13 Januari 2026 12:32
PBNU dan Muhammadiyah tegaskan pelapor Pandji bukan bagian organisasi
9 Januari 2026 14:11
NU dan kegagapan diskursus kekuasaan
31 Desember 2025 10:00
Pertemuan lanjutan pasca-islah PBNU
29 Desember 2025 06:46
Gus Yahya nyatakan seluruh persoalan PBNU sudah selesai
28 Desember 2025 20:31
Rais Aam dan ketum PBNU perkuat silaturahmi pasca-islah di Surabaya
28 Desember 2025 20:09
"Islah" PBNU dan pelajaran era digital jelang abad kedua NU
27 Desember 2025 10:10
NU, islah, dan Natal
25 Desember 2025 20:44
