Surabaya (ANTARA) - Sejumlah permasalahan pendidikan dan antusiasme masyarakat terhadap Sekolah Rakyat diterima Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, saat reses di Surabaya.
"Selain persoalan infrastruktur, masyarakat juga menyoroti program sekolah rakyat yang dinilai penting untuk membuka akses pendidikan berkualitas, merata, dan gratis. Cahyo menyebut banyak warga menanyakan persyaratan program tersebut," kata Cahyo di Surabaya, Sabtu.
Dirinya menegaskan siap mengawal dan membantu prosesnya jika ada warga yang tertarik untuk menjadi siswa di Sekolah Rakyat.
Sementara saat reses di kawasan Simokerto RW 8 dan RW 9, Surabaya, Cahyo juga menerima laporan adanya warga yang membutuhkan pendidikan inklusif karena kondisi kesehatan maupun faktor lain.
Ia menegaskan komitmennya untuk berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur maupun Kota Surabaya agar penanganannya dapat segera dilakukan.
“Intinya jangan sampai ada anak yang tidak bisa sekolah. Kadang mereka bukan tidak mau sekolah, tetapi merasa dikucilkan atau berbeda. Padahal sekolah itu bukan soal gelar, tapi pembentukan karakter. Pendidikan adalah kebutuhan, bukan hanya kewajiban,” tuturnya.
Cahyo memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi.
Dalam reses di Simokerto, Cahyo siap menindaklanjuti keluhan masyarakat soal pembenahan balai RW yang selama ini digunakan untuk kegiatan sosial dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Ia menambahkan akan menindaklanjuti keluhan tersebut melalui koordinasi dengan delapan anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya serta jajaran Pemerintah Kota Surabaya.
Sementara itu, Ketua RW 8, Simokerto, Yuli Andriani mengatakan, jika warganya banyak anak putus sekolah dan berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Sehingga keberadaan sekolah rakyat menjadi salah satu solusi yang luar biasa unthk anak yang memiliki keinginan sekolah namun tidak mampu dalam hal biaya.
"Tinggal nanti di tawarkan ke warga siap yang mau untuk bersekolah lagi. Yang terpenting adalah keinginan dan keseriusan untuk sekolah," katanya.
