Sumenep (ANTARA) - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim), melakukan pemantauan Tuberkulosis (TBC) dari rumah ke rumah, guna mencegah penyebaran jenis penyakit tersebut.
"Pemantauan dari rumah ke rumah ini kami lakukan untuk memastikan agar semua penderita bisa mendapatkan penanganan dengan baik, sekaligus untuk memastikan para penderita telah meminum obat secara berkelanjutan," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes-P2KB Sumenep Achmad Syamsuri, di Sumenep, Sabtu.
Selain melakukan pemantauan langsung dari rumah ke rumah yang melibatkan semua petugas medis dari masing-masing puskesmas, kata dia, Dinkes-P2KB Sumenep juga membentuk tim khusus Penanggungjawab Minum Obat (PMO).
Menurut Syamsuri, penyakit TBC merupakan jenis penyakit yang membutuhkan perawatan dan pengobatan khusus, sehingga pihaknya memandang perlu membentuk tim khusus pula.
"Sebab, kalau pengobatan tidak sesuai dengan ketentuan, maka berpotensi akan mengulang," kata Achmad Syamsuri.
Awalnya, lanjut dia, jumlah temuan kasus TBC di Sumenep sebanyak 2.556 kasus pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 2.589 kasus pada tahun 2024.
Ia mengatakan hingga Oktober 2025 jumlah kasus TBC di Kabupaten Sumenep mencapai 2.294 kasus dengan jumlah kematian mencapai 296 orang.
