Surabaya (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim menyatakan, pihaknya mendukung upaya stabilisasi harga bahan pokok dan penting di Jawa Timur melalui berbagai cara mulai dari keterjangkauan harga hingga penyediaan komunikasi yang efektif.
"Inflasi secara nasional masih tetap berjaga, demikian juga di Jawa Timur. Kalau kita bandingkan posisi inflasi Jawa Timur dengan nasional itu juga masih lebih rendah," kata Ibrahim dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Kamis.
Pada Oktober 2025, Jawa Timur mengalami inflasi IHK sebesar 0,30 persen (mtm) atau 2,69 persen (yoy) dan masih terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1 persen.
Untuk upaya keterjangkauan harga, BI telah membangun 583 Warung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang tersebar di 29 kabupaten/kota di Jawa Timur serta mengadakan Operasi Pasar/Gerakan Pasar Murah sebanyak lebih dari 1.600 titik sekaligus menyelenggarakan OPM/GPM sampai di pulau terluar seperti Pulau Bawean.
BI juga menjaga stabilisasi harga melalui upaya kelancaran distribusi seperti melaksanakan 27 Koordinasi Antar Daerah (KAD) baru dan 20 KAD eksisting dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan pemetaan pasokan intra Jatim serta menyelenggarakan 75 program kelancaran mobilitas termasuk subsidi angkutan barang dan masyarakat.
Upaya berikutnya adalah dengan memastikan ketersediaan pasokan yang diwujudkan melalui pelaksanaan 666 program peningkatan produksi (on-farm dan off-farm) serta penguatan kelembagaan melalui pendirian 33 korporasi petani di 21 kabupaten/kota.
Langkah selanjutnya yang dilakukan BI untuk menjaga stabilisasi harga dan inflasi Jatim adalah dengan menyediakan media komunikasi yang efektif seperti platform monitoring harga se-Jawa Timur SISKAPERBAPO dengan akurasi dan korelasi tinggi terhadap data inflasi BPS dengan didukung platform monitoring harga di 26 kabupaten/kota.
BI turut merumuskan kebijakan dan program peta jalan TPID Jatim didasarkan pada kerangka kerja TPID yang disahkan melalui SE Gubernur didukung dashboard monitoring program TPID Jatim.
BI juga melaksanakan Rapat Koordinasi Rakorwil Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNIP) se-Jawa, High Level Meeting (HLM) TPID Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menjelang Idul Fitri, HLM kabupaten/kota, dan roadshow capacity building 5 Bakorwil se-Jatim.
